Kamis, 13 Juli 2017

Menyikapi Kegagalan



Aku pikir kalian pernah menghadapi momen seperti ini:

Saat ditengah latihan dan kalian melakukan gerakan seperti yang diperintahkan sensei kalian. Tiba tiba sensei kalian menegur; "gerakkan kamu seharusnya seperti ini, kamu harus memutar pinggang seperti ini, kuda kuda kamu harus seperti ini, gerakkannya harus memutar pinggang seperti ini, dan bla bla bla bla".

Nah!

Disaat itu pula kalian mulai menanyakan kepada diri anda sendiri: "kenapa aku melakukan pekerjaan seperti ini?", "kenapa aku harus disini?", "untuk apa semua ini?", dan semua pertanyaan negative lainnya.

Namun pertanyaan diatas tersebut bermuara pada pertanyaan: "kenapa ya semua yang aku lakukan selalu salah, selalu gagal, tidak berhasil?"

Sahabat smartial arts, anda tidak sendiri akupun bertanya demikian, Thomas Alfa Edison pun demikian, James Watt pun demikian, Nicolas Tesla pun demikian, Jigoro Kano pun demikian, Gichin Funakoshi pun demikian, Masutatsu Oyama pun demikian, Muhammad Ali pun demikian, Bung Karno pun demikian.

And do you know what?

Tidak seorangpun baik itu master seni beladiri, penemu terkenal, pemimpin besar, atau atlit sukses yang tidak pernah tidak mengalami kegagalan. I repeat:

"SEMUA ORANG SUKSES PASTI GAGAL PADA AWALNYA"

Sekarang gini, jika kalian sekarang sedang berjalan untuk menjadi seorang master (dibidang apapun tentunya), kegagalan akan selalu menyertai anda. Yep, this is the bitter reality that no one ever tells you about.

Namun jangan salah, kegagalan juga merupakan anugerah. Anugerah agar kita bisa ambil pelajaran darinya.

Masalahnya terletak pada sikap kita, apakah anda akan terus berlatih keras atau anda menyatakan cukup. Itulah pilihan anda.

"I have not failed. I've just found 10,000 ways that won't work." - Edison

Minggu, 09 Juli 2017

Wadokai Karate-do Indonesia



Hai gaes, pada artikel kali ini aku akan mengangkat suatu aliran karate tempat aku pertama kali mengenal seni beladiri namun bukan berarti aku fanatik terhadap suatu aliran ataupun satu jenis seni beladiri. Aku akan tetap terbuka untuk learning and sharing semua jenis seni beladiri.

Dengan rasa terima kasih atas tempat aku tumbuh, akan aku coba memberikan apa itu aliran karate yang bernama Wado-Ryu.

Seperti yang sudah banyak kita ketahui, wado-ryu adalah seni beladiri yang menggabungkan karate dengan jujutsu. Sang pendiri yang bernama Hironori Ohtsuka adalah ahli seni beladiri jujutsu dengan aliran Shindo Yoshin-ryu Jujutsu. Kemudian beliau menjadi murid dari Gichin Funakoshi dan sempat berlatih dengan Choki Motobu dan Kenwa Mabuni.

Pada tahun 1938 Hironori Ohtsuka mendaftarkan alirannya kepada Dai Nippon Butoku Kai (sejenis badan seni beladiri di jepang yang menaungi semua jenis seni beladir). Beliau menamakan alirannya dengan Shinshu Wadoryu Karate-Jujutsu.

Wado memiliki arti sebagai berikut: WA dapat diartikan sebagai harmonis atau damai, bisa juga diartikan menjadi "cara jepang". Dan DO dapat diartikan sebagai " jalan", "cara", atau " jalan hidup".

Jadi wado dapat dimaknai sebagai jalan keharmonisan, jalan kedamaian, atau cara jepang. Untuk tambahan "ryu" memiliki arti aliran atau sekolah, seperti pada wado-ryu (aliran yang menggunakan cara keharmonisan).

Ada juga tambahan dengan ditambahkan imbuhan "kai" yang bermakna perkumpulan atau organisasi seperti pada wadokai (perkumpulan pengguna cara perdamaian). Hmmm.... Aku rasa sudah jelas yah filosofi dari nama wado itu sendiri.

Untuk lambang dari wado-ryu menggunakan burung merpati putih dengan wajah menghadap kekanan dan sayap yang mengangkat seakan memeluk kepalan yang berada ditengah lambang. Makna lambang sebagai simbol universal dari perdamaian selaras dengan makna dari nama WADO.

•Shindo Yoshin-ryu Jujutsu
Sebelum mengenal karate, Hironori Ohtsuka merupakan generasi keempat dari pewaris aliran shindo yoshin ryu jujutsu. Bila diartikan secara literal jujutsu memiliki arti "teknik lembut". Maksudnya adalah menggunakan perinsip menghindari kontak frontal dengan penyerang atau menggunakan tenaga lawan untuk mengalahkannya.

Dalam jujutsu banyak menggunakan teknik kuncian, taisabaki / keluar dari garis serang, bantingan dengan tenaga lawan, menekan titik lemah manusia, mematahkan persendian, sapuan, dan lain lain. Singkat kata dalam jujutsu tidak banyak menggunakan teknik striking.

Teknik ini sangat efektif dalam pertarungan asli Karena menurut sejarahnya teknik jujutsu diciptakan oleh para kesatria samurai saat ia tidak menggunakan pedangnya. Pada masa sekarang bentuk jujutsu modern dapat dilihat pada judo dan brazillian jiujitsu.

Sedangkan shindo yoshin ryu memiliki arti aliran dedalu baru. Pendirinya yaitu Katsunosuke Matsuoka terilhami dari pohon dedalu atau gandarusa pada saat musim salju yang daunnya tertutupi salju, pada saat daun tersebut dijatuhi salju yang banyak daun daun dedalu tersebut akan menghantarkan salju tersebut kebawah permukaan tanah.

Gerakan daun dedalu tersebut yang menjadi perinsip dari shindo yoshin ryu jujutsu. Jadi dedalu tidaklah kaku terhadap jatuhnya salju yang menyebabkan salju pecah namun dengan pasti menghantarkan salju tersebut ke bawah.

•Hironori Ohtsuka dengan Karate
Pengenalan ohtsuka pada karate adalah saat Gichin Funakoshi sebagai bapak karate jepang melakukan demonstrasi kata. Peragaan kata yang sempurna oleh master karate asli dari okinawa ini yang membuat ohtsuka yang memang ahli beladiri tahu bahwa kata atau jurus yang diperagakan bukanlah tarian pukul tendang, sehingga tertariklah ia dengan karate.

Selain dengan funakoshi, ohtsuka juga berlatih dengan petarung jalanan yang terkenal dari okinawa yaitu master Choki Motobu. Dengan master choki motobu, ohtsuka hanya dilatih kata Naihanchi saja dan itu dilatih dengan sangat lama dan berulang ulang. Menurut motobu, dengan naihanchi saja ia dapat menang dalam setiap pertarungan di okinawa.

Kemudian ohtsuka juga berlatih dengan pendiri Shito-ryu karate yaitu Kenwa Mabuni. Dengan beliau, ohtsuka banyak menerima kata walau hanya dalam jangka waktu sekitar satu tahun.

Sebelum wafatnya pada tahun 1982, master hironori ohtsuka dianugrahi gelar Meijin Judan atau Dan 10 oleh keluarga kaisar, dan beberapa penghargaan lainnya atas jasanya menyebarkan karate dan jujutsu ke seluruh jepang.

•Organisasi international Wado.
Ada tiga organisasi besar wado yang menjadi afiliasi berbagai dojo di penjuru dunia. Mengapa bisa terpecah menjadi tiga, tentunya tidak etis bila dijabarkan di blog ini. Marilah kita menatap masa depan dan tetap berprestasi.

•Saat ini ketiga organisasi tersebut adalah
1. Wadokai JKF. Organisasi ini berpusat dijepang yang juga awal organisasi pertama wado yang didirikan oleh hironori ohtsuka, organisasi ini merupakan perwakilan karate aliran wado di JKF (Japan Karate Federation)
2.WIKF (wado international karate federation). Organisasi ini didirikan oleh Tatsuo Suzuki yang merupakan murid senior otsuka. Beliau dikirim ke Inggris untuk menyebarkan karate hingga akhirnya mendirikan organisasi tersebut.
3.Wado-ryu. Organisasi ini didirikan oleh hironori otsuka kemudian diwariskan ke anak beliau jiro otsuka/hironori otsuka II, kemudian saat ini dijalankan oleh cucu pendiri yaitu kazutaka otsuka. Hmmm... Jadi semacam penjaga warisan keluarga gitu sobat.
4.Masih ada lagi organisasi international lain namun hanya mencakup 1 atau 2 negara. Terlepas dari banyak organisasi tersebut tujuannya tetap baik yaitu sebagai wadah pembinaan prestasi dan berseni.

•Masuknya Wado-ryu ke Indonesia
Berikut sepenggal memori diriku dengan tokoh yang membawa wado-ryu ke tanah air. Tersebutlah seorang pemuda yang berkuliah di ITB, pada masa itu sedang berlangsung perjuangan pembebasan irian barat.

Banyak pemuda indonesia yang dibutuhkan untuk perjuangan tersebut. Pada saat yang sama digulirkan sebuah program yang bernama baisho ryugakusei yaitu program beasiswa sebagai harta rampasan perang.

Perekrut dari kementrian pendidikan ini melihat aset bangsa yang dimiliki pemuda tersebut dan mengatakan "anak sepintar ini jangan dimasukkan wajib militer, kirim ke jepang dan balik ke Indonesia untuk membangun bangsa".

Mulailah pada tahun 1962 pemuda itu yang bernama Chaerul A. Taman tiba di jepang sebagai baisho ryugakusei. Sebelum sihan taman ke Jepang beliau sudah terlebih dahulu mengenal seni beladiri jujutsu dan judo dari seseorang yang bernama Sensei Frengky. Sihan Taman pun masih mengenali beliau dalam "pertemuan tidak sengaja" selepas pendidikannya di Jepang namun tentunya seorang guru tidak hapal tiap tiap murid tapi sihan taman tetap menegurnya dan menaruh hormat kepadanya.



Di Jepang shian taman berkuliah di universitas hiroshima, fakultas mesin, dan mengambil jurusan pembangunan kapal laut. Menurut pengakuan beliau, bila diminta beliau dapat merancang kapal dan membuatnya sendiri (a mother vessel of course), WOW !!!.

Selama enam tahun (1963-1969) beliau berlatih karate di universitas tersebut dengan tuan Sasaki Takashi. Tentunya beliau juga berlatih dengan pendiri wado-ryu master Hironori Otsuka. Kenangan dengan master otsuka yang pada waktu itu sudah sangat sepuh yaitu setiap master Hironori Otsuka meragakan suatu kata terdapat "akhiran" yang sangat indah sehingga membuat sihan Taman mengeluarkan air mata (WOW !!!)

I bet you curious about this. But I won't tell you unless we meet. 😜

Kembali ke tanah air tercinta beliau pernah mengatakan: "saya membawa empat oleh oleh dari Jepang pertama adalah ilmu perkapalan, kedua bahasa Jepang, Ketiga karate, dan keempat adalah ibunya anak anak"  sambil tersenyum khas beliau.

Dengan ilmu perkapalan beliau sewaktu muda dapat bekerja sebagai penginpeksi kapal, beliau juga mengajarkan bahasa jepang (seingatku beliau juga fasih bahasa belanda dan inggris) serta tentunya menjadi guru besar Wadokai Karate-do Indonesia. Nah untuk yang keempat beliau menikahi seorang gadis jepang yang juga miss hiroshima (semacam juara abang none jakarta di hiroshima).

Setelah kembali ke tanah air beliau sudah menyandang DAN 2 Wadokai. Kemudian pada tahun 1970 beliau membuka dojo di salah satu SMA di daerah Grogol, Jakarta. Dojo ini tercatat sebagai dojo pertama Wado-ryu di asia tenggara.

•Wadokai Karate-do Indonesia
Wadokai memiliki arti organisasi jalan keharmonisan atau perkumpulan jalan perdamaian seperti yang sudah dijelaskan diatas. Namun di Indonesia wadokai lebih disukai untuk diartikan sebagai akronim: Wahana Ajang Damai Olah raga KArate Indonesia.

Banyak hal yang sudah dilewati oleh perguruan karate yang satu ini, Termasuk salah satu pendiri FORKI. Bermula dari dojo lokal dan berkembang menjadi organisasi nasional tentunya telah melewati pasang surut dan rintangan.

Namun sebagai generasi muda yang baru mengenal karate pada akhir tahun 90an sama sekali tidak tertarik dengan konflik organisasi atau mencari uang dari karate. Bagiku seni beladiri adalah berlatih, belajar, menjalin silaturahmi, dan saling menghormati.

Banyak tokoh yang berperan dalam perkembangan perguruan ini selain guru besar yang juga pendiri yaitu  Ir. Chaerul A. Taman, M.Eng. ada juga sihan syahrial taman yang juga adik kandung dari guru besar, Sensei Ben Haryo, sensei tommy firman, sensei Iwan Fals, dan praktisi yang menjadi pemangku di negeri ini.

•Jujutsu dalam Wadokai Karate-do Indonesia?
Hmmm... Sulit juga menjawab pertanyaan diatas, sebenarnya teknik jujutsu juga diajarkan dan disebarkan pada perguruan ini, namun mengingat tanggung jawab perguruan untuk mencari putra putri tanah air berbakat untuk berlaga diarena sport karate demi merah putih, maka banyak instruktur yang baru mengetahui dan mengajarkan kurikulum wado-ryu karate saja.

Hanya beberapa dojo yang melatih dan berlatih teknik jujutsu kepada para kohainya, and we are on going to promote it to other fellow. Jadi jika para sahabat smartial arts tertarik untuk mempelajari wado-ryu jujutsu / Shindo Yoshin-ryu jujutsu kalian mungkin membutuhkan effort yang lebih besar yah untuk mencari dojo tersebut.

Sip, udah segitu ajah yah mengenai sedikit perjalanan wado yang bisa dicorat coret di blog tercinta kita, kalau mau diurut secara rinci bisa habisin berparagaph paragaph lho.

Namun artikel ini tetap lanjut dengan membahas (walau hanya beberapa) apa aja sih hal yang menjadi ciri khas dari wado-ryu?

•Mengembalikan nama KATA sesuai dengan nama aslinya.
Berbeda dengan funakoshi yang mengubah nama kata yang identik dengan tionghoa saat karate diperkenalkan ke jepang, muridnya ini justru mengembalikan kepada nama aslinya. Seperti hangetsu menjadi sesan, gankaku menjadi chinto, heian menjadi pinan dan lain lainnya.

•Hanya mengajarkan satu versi KATA dari beberapa versi KATA.
Pada masa Anko Itosu, ada beberapa kata yang dipecah menjadi "dai" dan "sho" dan juga menjadi 3 versi seperti pada naihanchi atau tekki. Hal ini diperuntukkan agar para karateka dapat mempelajarinya secara bertahap. Namun bagi ohtsuka hanya mempelajari kata "inti" atau kata "aslinya".  Beliau berpendapat agar karateka tidak membuang buang waktu, tenaga, serta melakukan teknik yang sama pada beberapa kata yang sejenis.

•Menjadikan pinan nidan dipelajari terlebih dahulu dari pinan shodan karena gerakannya yang lebih mudah.

•terdapat kata jujutsu dalam latihannya
Seperti yang sudah dijelaskan diatas, di wado juga terdapat kata berpasangan untuk jujutsu, Seperti untuk Idori, tanto dori, tachi dori, de el el. Hal ini menjadikan wado memiliki teknik aplikasi beladiri dari teknik jujutsu dan dari bunkai Kata karate.

•Menggunakan prinsip jujutsu yang bersifat mengalir dan sabaki dalam tekniknya.
Dalam teknik kihon dan kumite memiliki teknik yang sama dengan shotokan hanya saja dilihat dari sudut pandang yang berbeda.

• Master Hironori Ohtsuka mempelajari dan menguasai banyak KATA baik dari rumpun shuri-te, tomari-te maupun nahate-te. Namun yang diajarkan hanya belasan kata saja daaaan beliau menyarankan hanya 9 Kata saja yang dilatih yaitu pinan 1-5, naihanchi, seisan, chinto, serta kushanku. Hal ini dikarenakan mempelajari satu kata saja membutuhkan waktu lama, juga agar lebih mengefektifkan belajar beladiri daripada menghapal gerakan saja.

•Dan selebihnya terlalu banyak untuk ditulis dalam blog tercinta kita ini.

In the end of the word, When there is an opportunity at that moment we are required to change.

Kamis, 27 April 2017

Sakura


Kalian pasti tahu bunga sakura kan?

Yup, bunga nasional jepang yang sangat terkenal di penjuru dunia. Banyak orang pergi ke jepang hanya untuk menikmati mekarnya bunga sakura yang disebut hanami (ohanami). Hanami biasa dilakukan pada saat bunga sakura mekar serentak dan menjadi pemandangan yang begitu indah.

Tapi tahukah kalian, kita tak perlu jauh jauh pergi ke jepang untuk melihat mekarnya bunga sakura. Di kebun raya cibodas terdapat taman bunga sakura juga lho.

Di kebun botani peninggalan Belanda ini,  sakura ternyata bisa berbunga 2 kali dalam satu tahun, yaitu sekitar bulan Januari-Februari dan Juli-Agustus, suatu hal yang sungguh menakjubkan. Bunga ini mekarnya bisa bertahan sekitar 4 hari. Masa yang diperlukan sejak tumbuh kuncup hingga gugur bunga adalah sekitar 1 minggu.

Sungguh menakjubkan bukan? Di tanah perantauannya ia bisa berbunga dua kali dalam setahun sedangkan di negeri iconicnya hanya berbunga setahun sekali.

Hmm... Sambil duduk dibawah pohon sakura yang hanya menyisakan beberapa bunga seolah menantiku sebelum sang waktu menggugurkannya, aku berfilosofi mengenai karate dan seni beladiri impor lainnya ataupun olah raga impor lainnya.

Mencontoh sakura cibodas yang mekarnya melebihi negara iconicnya jepang, setidaknya seni beladiri impor dan lainnya haruslah menjadi lebih baik dari negara asalnya baik itu prestasinya maupun individunya. Sehingga cabang olah raga beladiri impor menjadi sarana mengharumkan nama bangsa.

Selasa, 25 April 2017

Kegiatan di Padepokan Judo Indonesia

Apakah anda tahu bahwa hampir setiap seni beladiri yang ada di Indonesia memiliki tempat latihan yang terpusat sebagai contoh untuk karate ada oso sport center yang terletak di kota bekasi, kemudian pencak silat memiliki padepokan pencak silat di Taman Mini Indonesia Indah.

Pada artikel kali ini akan meliput kegiatan di pusat latihan untuk seni beladiri judo yang terletak di daerah ciloto-bogor yang dinamakan padepokan judo indonesia. Padepokan ini terletak dalam satu area dengan hotel arra lembah pinus.

Dojo ini sering sekali digunakan untuk pelatnas judo maupun olah raga rumpun judo lainnya. Mengingat suasananya yang tenang dan udaranya yang sejuk sangat cocok sekali menjadi kawah candradimuka untuk menggembleng pejuang olah raga demi mengharumkan merah putih.

Minggu lalu saya kesana dalam rangka program latihan menaikkan berat badan dan pengenduran urat syaraf aka liburan, kebetulan terdapat pelatnas Kurash dan Sambo. Bagi yang belum tahu, kurash adalah seni beladiri kuno bangsa tartar atau uzbekistan yang diangkat sebagai olah raga modern yang dipertandingkan. Sedangkan sambo (SAMooborona Bez Oruzhiya), artinya "bela diri tanpa senjata" merupakan seni beladiri yang dikembangkan di uni soviet.

Kedua beladiri itu terdapat kemiripan dengan beladiri judo sehingga banyak judoka yang direkrut untuk masuk pelatnas di padepokan judo indonesia. Mereka dipersiapkan untuk berlaga diajang bergengsi asian games. Sehingga mereka sudah dilatih mulai dari satu tahun sebelumnya.

Selama melakukan observasi di sana, aku menemukan latihan yang spesial. Dalam sehari mereka akan latihan empat jam dibagi dua jam pagi hari untuk melatih endurance dan sore hari dua jam latihan teknik. Semua itu dilakukan selama enam hari dalam seminggu serta didukung asupan gizi yang seimbang.

Selain itu mereka pasti akan mendapat try out dengan berlaga di event pertandingan guna mengetahui kekurangan dan kelebihan mereka sehingga diharapkan target asian games dapat tercapai.

Dan juga mereka dilatih oleh banyak pelatih yang yang memiliki spesifikasi sendiri baik itu untuk endurance, teknik, dan lainnya. Dikarenakan mereka adalah atlit yang sudah "tercetak" sehingga pada saat pelatnas mereka tinggal melakukan repetisi gerakan yang amat banyak.

Nah yang paling spesial adalah pada saat latihan teknik disore hari, mereka mendengarkan musik beat yang cukup keras. Seperti pada senam aerobik yang menggunakan musik, pelatnas inipun menggunakannya untuk melakukannya pada repetisi teknik.

Terus terang hal ini merupakan hal yang baru bagiku, karena selama ini aku beranggapan bahwa latihan seni beladiri penuh keseriusan dan membutuhkan ketenangan.

Teringat akan cerita ketika olimpiade di seoul yang mana malam sebelum pertandingan semua atlit korea melakukan meditasi sedangkan atlit amerika mendengarkan Van Hellen, hasilnya? Amerika keluar sebagai juara umum.

But any way, tidak semua orang akan cocok dalam satu metode ya jadi baik meditasi maupun musik beat up semua tergantung pada psikologi atlit tersebut.

Ok gaes, segitu aja liputannya. Lebih kurangnya mohon maaf :)

Nama donatur.

Iconic statue.

Dojo kebanggaan.

Donatur dojo.

Para atlit dan pelatih.


Minggu, 09 April 2017

The secret of Heian/Pinan



"Apalah arti sebuah nama?" begitulah ungkapan dari William Shakespeare. Namun apabila memang suatu nama memiliki makna tersembunyi sehingga jika tahu menjadi jelas tujuan dinamakannya sesuatu?

Hal yang sama dapat pula terlihat dari nama Kata atau jurus dalam karate. Seperti yang kita ketahui bahwa nama kata dalam karate diubah oleh Gichin Funakoshi saat dipromosikan ke pulau utama jepang untuk menghilangkan hal yang terdengar agak ke"cina"an (Karena pada saat itu nasionalisme jepang sedang digaungkan).

Kemudian oleh seorang murid senior Funakoshi yang bernama Hironori Ohtsuka (yang dikemudian hari menciptakan aliran karate sendiri yang bernama Wado-ryu) mengembalikan nama kata sesuai dengan aslinya pada aliran yang dia ajarkan.

Pada artikel ini akan mengangkat nama dari kata Pinan / Heian (nama pinan dipakai pada wado-ryu,  shorin-ryu, dan okinawan karate. Sedangkan heian dipakai oleh shotokan). Sebelum mengetahui arti dari nama kata tersebut baiknya kita tahu dulu siapa yang membentuk kata pinan ini dan alasannya.

Anko Itosu adalah seorang ahli seni beladiri yang mendapat pengajaran langsung dari Bushi Matsumura Sokon. Dari Anko Itosu juga menurunkan murid yang menjadi ahli seni beladiri yang berpengaruh besar terhadap penyebaran karate seperti Gichin Funakoshi, Kenwa Mabuni, Choki Motobu, dan lainnya.

Itosu adalah orang yang bertanggung jawab mengeluarkan karate dari "tempat persembunyiannya" yaitu dengan cara memasukkan karate menjadi materi pembelajaran wajib di sekolah.

Mengingat teknik karate sangat berbahaya, maka beliau menciptakan lima buah kata sebagai "pijakan" untuk mempelajari kata yang lebih tinggi. Lima buah kata ini (pinan/heian) diambil dari potongan dari kata kushanku dan channan dengan "menyembunyikan" teknik mematikannya.

Secara kasat mata kelima kata pinan/heian ini tidak terlihat ada teknik yang mematikan dan hanya sekedar latihan fisik pukul, tendang, dan tangkis. Namun bila ditelaah dengan bunkainya maka teknik yang sederhana tersebut tersembunyi rahasia that can save your ass from the street fight.

Sejurus dengan bunkainya, makna kata pinan/heian yang selama ini kita tahu memiliki arti "perdamaian" atau "ketenangan" ternyata memiliki arti yang jauh berbeda. Seperti yang kita ketahui karate mendapat pengaruh yang besar dari negeri tiongkok termasuk penamaan kata.

Bila kita sinkronkan kanji jepang untuk pinan/heian maka pada bahasa mandarin akan dilafalkan "ping'an", kurang lebih memiliki arti "tetap aman" atau "terlindungi dari marabahaya".

Wow!

Anko Itosu benar benar jenius membungkus makna dan teknik pada kata pinan/heian. Sehingga kata ini tidak hanya bisa dipraktekkan oleh anak sekolah namun bisa menjadi senjata bagi orang dewasa (bila dipelajari secara mendalam).

Yep, That’s the secret of Heian/Pinan.

Selasa, 28 Maret 2017

Tertarik Menjadi Seorang Atlit?



Sahabat smartial arts dan sahabat smart athletes di seluruh Indonesia tercinta,

Kita semua pasti tau siapa pemain sepak bola asal portugal yang mempunyai skill yang tinggi dan sukses di dalam maupun di luar lapangan. Yup ia adalah Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro atau lebih dikenal dengan CR7.

Saat ini ia berada dalam puncak kariernya disepak bola. Oke, kita tidak sedang membahas tentang CR7 atau sepak bola, namun kita akan membahas yang lebih penting yaitu "zona" dimana CR7 saat ini berada.

Para peneliti olah raga menggunakan istilah zona atau flow untuk suatu keadaan dimana seorang atlit elit berada dalam performa terbaiknya sehingga ia telah sampai dipuncak pencapaian tertinggi dari olah raga itu.

Nah berkaca dari CR7 yang telah berada pada zona tersebut, berikut aku jabarkan nih suatu rahasia yang dimiliki atlit elit sekelas CR7, mau tau?

Check it out yo!

Berikut ini nih 10 elemen penting dari zona yang berhasil di teliti oleh Jackson dan Csikszentmihalyi (1999), kemudian oleh Weinberg dan Gould (2011) meringkaskan agar dapat dipelajari oleh kita.

1. Keseimbangan antara tantangan dan kemampuan:
Dalam "zona" sangat penting terjadi saat seorang atlet percaya bahwa ia memiliki keterampilan untuk berhasil memenuhi tantangan fisik, teknis, dan mental yang dihadapinya.

2. Sangat menikmati dalam kegiatannya:
Seorang atlit begitu terlibat dalam olah raganya yang tampaknya tidak perduli lagi dengan hal yang lain.

3. Tujuan yang jelas:
Target benar benar telah jelas ditentukan sehingga sang atlitpun tahu benar apa yang harus ia lakukan. Kejelasan target atau tujuan dapat memberikan konsentrasi dan perhatian penuh.

4. Penggabungan tindakan dan kesadaran:
Atlet menyadari tindakan mereka tetapi bukan dari kesadaran itu sendiri (reflex).

5. Konsentrasi penuh terhadap hal yang ia kerjakan:
Para atlit elit mengatakan bahwa mereka merasa seperti "meledakkan" energi yang terkonsentrasi. Yel yel dari suporter lawan, reaksi lawan dan pengganggu lainnya sama sekali tidak berpengaruh. Fokus perhatian telah jelas terhadap apa yang ia kerjakan.

6. Hilangnya "kesadaran-diri":
Para atlit elit mengatakan bahwa ego mereka benar-benar hilang dalam kegiatan itu sendiri.

7. Rasa untuk mengendalikan:
Elemen dari "flow" ini merujuk kepada fakta bahwa atlit tidak begitu perduli dengan pengendalian / kontrol. Bahkan, mereka tidak khawatir dengan kurangnya rasa kontrol mereka.

8. Tidak perduli terhadap imbalan yang akan mereka terima:
Para atlit berpartisipasi murni karena ingin bermain atau berolah raga saja tanpa mencari imbalan atau bonus.

9. Transformasi waktu:
Para atlit mengatakan bahwa mereka masing masing memiliki presepsi tentang waktu. Apakah mereka saat di arena merasakan waktu berjalan cepat atau lambat.

10. Melakukan teknik sulit dengan mudah:
Pada elemen ini merujuk pada fakta bahwa atlet elit berperfoma bagus tanpa memikirkan teknik tekniknya dan tidak terlihat bahwa mereka berusaha keras untuk melakukannya.

Oke gaes, itulah 10 elemen rahasia yang dimiliki oleh para atlit elit, mereka tidak hanya dapat mengesampingkan fikiran negatif namun juga memiliki rasa percaya diri yang tinggi.

Hal hal diatas dapat kita peroleh hanya dengan berlatih, belajar, dan sedikit bantuan dari pelatih yang mumpuni. No talent can beat hard work.

Referensi:
• Jackson, S.A., & Csíkszentmihályi, M. (1999) Flow in Sports. Champaign, IL: Human Kinetics

• Weinberg, R.S., & Gould, D. (2011) Foundations of Sport and Exercise Psychology. Champaign, IL: Human Kinetics

Selasa, 21 Maret 2017

Film Karate

Sahabat smartial arts,

Apakah kalian bingung mau ngapain weekend ini? Terlalu lelah untuk berlatih? And need some chill time? Yup, kalian bisa nonton film sambil cemal cemil 😅 (not good for your health but good for your soul).

Nah bagi kalian yang suka karate dan hobi juga nonton film, ini nih referensi beberapa film mengenai karate yang gak bakal bikin kamu nyesel menontonnya.

Check it out!

Yang pertama kita mulai film lawas dari negeri sendiri yaitu Karate Sabuk Hitam tahun 1977  (udah pasti belum lahir gw). Aktor yang pasti kalian kenal difilm ini adalah Willy Dozan, beliau memang praktisi karate.


Kesan yang didapat dari film ini adalah gambaran bagaimana bentuk karate pada era itu. Bila dilihat menggunakan sudut pandang karate era sekarang maka akan terlihat "lucu". Hmm... bagaimana ya pandangan karateka generasi mendatang mengenai film karate masa sekarang?

Yang kedua adalah Kuro Obi atau Black Belt, para aktor di film ini diperankan oleh master master karate yang memang sangat ahli dalam seni beladiri ini. Diantaranya adalah Tatsuya Naka Dan 7 JKA Shotokan karate, Akihito Yagi Dan 7 Meibukan Gōjū-ryū Karate dan Yuji Suzuki Dan 1 Kyokushin karate.


Didalam film ini kita bisa mendapatkan gambaran mengenai nilai nilai filosofi dari karate yang mana memang harus dipahami oleh setiap para karateka. Selain itu kita juga bisa melihat teknik karate yang mematikan dan efisien yang dilakukan oleh para ahlinya.

Yang ketiga adalah film dengan judul Street Fighter: Assssin's Fist. Agak lucu memang mengapa film yang diangkat dari game ini aku masukkan sebagai film karate, alasannya kira kira kita dapat melihat "karatenya" secara tersirat.



Difilm ini kita bisa menyaksikan koreografi pertarungan yang cukup bagus ditambah pengkarakteran tokoh yang mirip dengan game aslinya. Dijamin setelah menonton film ini anda pasti akan mempraktekkan hadaoken 😅

Kemudian film yang mengangkat sang legenda karate yaitu Masutatsu Oyama. Bagi yang belum tau siapa beliau kalian bisa langsung googling aja. Sang pendiri full kontak karate ini memang gak ada habisnya selalu diangkat menjadi karakter film, manga, ataupun game.

Diantara film yang mengangkat kisah hidup Masutatsu Oyama adalah film trilogi yang diperankan sonny chiba dan film fighter in the wind.



Untuk film trilogi masutatsu oyama yaitu: Karate Bull Fighter, Karate Bear Fighter, dan Karate for Life. Wah bakalan nonton marathon untuk ketiga film ini. Untuk mendalami perannya sonny chiba sampai berguru langsung dengan sang legenda.



Kemudian yang terakhir adalah film yang berasal dari korea yaitu Fighter in The Wind. Jangan heran mengapa korea membuat film tentang karate, karena faktanya Mas Oyama adalah orang Korea asli lho. Jadi, sang legenda ini telah menjadi semacam pahlawan bagi dua negara baik Jepang dan Korea.

Ok gaes, segitu aja untuk review filmnya. Selamat berburu ya :)