Kamis, 27 April 2017
Sakura
Kalian pasti tahu bunga sakura kan?
Yup, bunga nasional jepang yang sangat terkenal di penjuru dunia. Banyak orang pergi ke jepang hanya untuk menikmati mekarnya bunga sakura yang disebut hanami (ohanami). Hanami biasa dilakukan pada saat bunga sakura mekar serentak dan menjadi pemandangan yang begitu indah.
Tapi tahukah kalian, kita tak perlu jauh jauh pergi ke jepang untuk melihat mekarnya bunga sakura. Di kebun raya cibodas terdapat taman bunga sakura juga lho.
Di kebun botani peninggalan Belanda ini, sakura ternyata bisa berbunga 2 kali dalam satu tahun, yaitu sekitar bulan Januari-Februari dan Juli-Agustus, suatu hal yang sungguh menakjubkan. Bunga ini mekarnya bisa bertahan sekitar 4 hari. Masa yang diperlukan sejak tumbuh kuncup hingga gugur bunga adalah sekitar 1 minggu.
Sungguh menakjubkan bukan? Di tanah perantauannya ia bisa berbunga dua kali dalam setahun sedangkan di negeri iconicnya hanya berbunga setahun sekali.
Hmm... Sambil duduk dibawah pohon sakura yang hanya menyisakan beberapa bunga seolah menantiku sebelum sang waktu menggugurkannya, aku berfilosofi mengenai karate dan seni beladiri impor lainnya ataupun olah raga impor lainnya.
Mencontoh sakura cibodas yang mekarnya melebihi negara iconicnya jepang, setidaknya seni beladiri impor dan lainnya haruslah menjadi lebih baik dari negara asalnya baik itu prestasinya maupun individunya. Sehingga cabang olah raga beladiri impor menjadi sarana mengharumkan nama bangsa.
Selasa, 25 April 2017
Kegiatan di Padepokan Judo Indonesia
Apakah anda tahu bahwa hampir setiap seni beladiri yang ada di Indonesia memiliki tempat latihan yang terpusat sebagai contoh untuk karate ada oso sport center yang terletak di kota bekasi, kemudian pencak silat memiliki padepokan pencak silat di Taman Mini Indonesia Indah.
Pada artikel kali ini akan meliput kegiatan di pusat latihan untuk seni beladiri judo yang terletak di daerah ciloto-bogor yang dinamakan padepokan judo indonesia. Padepokan ini terletak dalam satu area dengan hotel arra lembah pinus.
Dojo ini sering sekali digunakan untuk pelatnas judo maupun olah raga rumpun judo lainnya. Mengingat suasananya yang tenang dan udaranya yang sejuk sangat cocok sekali menjadi kawah candradimuka untuk menggembleng pejuang olah raga demi mengharumkan merah putih.
Minggu lalu saya kesana dalam rangka program latihan menaikkan berat badan dan pengenduran urat syaraf aka liburan, kebetulan terdapat pelatnas Kurash dan Sambo. Bagi yang belum tahu, kurash adalah seni beladiri kuno bangsa tartar atau uzbekistan yang diangkat sebagai olah raga modern yang dipertandingkan. Sedangkan sambo (SAMooborona Bez Oruzhiya), artinya "bela diri tanpa senjata" merupakan seni beladiri yang dikembangkan di uni soviet.
Kedua beladiri itu terdapat kemiripan dengan beladiri judo sehingga banyak judoka yang direkrut untuk masuk pelatnas di padepokan judo indonesia. Mereka dipersiapkan untuk berlaga diajang bergengsi asian games. Sehingga mereka sudah dilatih mulai dari satu tahun sebelumnya.
Selama melakukan observasi di sana, aku menemukan latihan yang spesial. Dalam sehari mereka akan latihan empat jam dibagi dua jam pagi hari untuk melatih endurance dan sore hari dua jam latihan teknik. Semua itu dilakukan selama enam hari dalam seminggu serta didukung asupan gizi yang seimbang.
Selain itu mereka pasti akan mendapat try out dengan berlaga di event pertandingan guna mengetahui kekurangan dan kelebihan mereka sehingga diharapkan target asian games dapat tercapai.
Dan juga mereka dilatih oleh banyak pelatih yang yang memiliki spesifikasi sendiri baik itu untuk endurance, teknik, dan lainnya. Dikarenakan mereka adalah atlit yang sudah "tercetak" sehingga pada saat pelatnas mereka tinggal melakukan repetisi gerakan yang amat banyak.
Nah yang paling spesial adalah pada saat latihan teknik disore hari, mereka mendengarkan musik beat yang cukup keras. Seperti pada senam aerobik yang menggunakan musik, pelatnas inipun menggunakannya untuk melakukannya pada repetisi teknik.
Terus terang hal ini merupakan hal yang baru bagiku, karena selama ini aku beranggapan bahwa latihan seni beladiri penuh keseriusan dan membutuhkan ketenangan.
Teringat akan cerita ketika olimpiade di seoul yang mana malam sebelum pertandingan semua atlit korea melakukan meditasi sedangkan atlit amerika mendengarkan Van Hellen, hasilnya? Amerika keluar sebagai juara umum.
But any way, tidak semua orang akan cocok dalam satu metode ya jadi baik meditasi maupun musik beat up semua tergantung pada psikologi atlit tersebut.
Ok gaes, segitu aja liputannya. Lebih kurangnya mohon maaf :)
Pada artikel kali ini akan meliput kegiatan di pusat latihan untuk seni beladiri judo yang terletak di daerah ciloto-bogor yang dinamakan padepokan judo indonesia. Padepokan ini terletak dalam satu area dengan hotel arra lembah pinus.
Dojo ini sering sekali digunakan untuk pelatnas judo maupun olah raga rumpun judo lainnya. Mengingat suasananya yang tenang dan udaranya yang sejuk sangat cocok sekali menjadi kawah candradimuka untuk menggembleng pejuang olah raga demi mengharumkan merah putih.
Minggu lalu saya kesana dalam rangka program latihan menaikkan berat badan dan pengenduran urat syaraf aka liburan, kebetulan terdapat pelatnas Kurash dan Sambo. Bagi yang belum tahu, kurash adalah seni beladiri kuno bangsa tartar atau uzbekistan yang diangkat sebagai olah raga modern yang dipertandingkan. Sedangkan sambo (SAMooborona Bez Oruzhiya), artinya "bela diri tanpa senjata" merupakan seni beladiri yang dikembangkan di uni soviet.
Kedua beladiri itu terdapat kemiripan dengan beladiri judo sehingga banyak judoka yang direkrut untuk masuk pelatnas di padepokan judo indonesia. Mereka dipersiapkan untuk berlaga diajang bergengsi asian games. Sehingga mereka sudah dilatih mulai dari satu tahun sebelumnya.
Selama melakukan observasi di sana, aku menemukan latihan yang spesial. Dalam sehari mereka akan latihan empat jam dibagi dua jam pagi hari untuk melatih endurance dan sore hari dua jam latihan teknik. Semua itu dilakukan selama enam hari dalam seminggu serta didukung asupan gizi yang seimbang.
Selain itu mereka pasti akan mendapat try out dengan berlaga di event pertandingan guna mengetahui kekurangan dan kelebihan mereka sehingga diharapkan target asian games dapat tercapai.
Dan juga mereka dilatih oleh banyak pelatih yang yang memiliki spesifikasi sendiri baik itu untuk endurance, teknik, dan lainnya. Dikarenakan mereka adalah atlit yang sudah "tercetak" sehingga pada saat pelatnas mereka tinggal melakukan repetisi gerakan yang amat banyak.
Nah yang paling spesial adalah pada saat latihan teknik disore hari, mereka mendengarkan musik beat yang cukup keras. Seperti pada senam aerobik yang menggunakan musik, pelatnas inipun menggunakannya untuk melakukannya pada repetisi teknik.
Terus terang hal ini merupakan hal yang baru bagiku, karena selama ini aku beranggapan bahwa latihan seni beladiri penuh keseriusan dan membutuhkan ketenangan.
Teringat akan cerita ketika olimpiade di seoul yang mana malam sebelum pertandingan semua atlit korea melakukan meditasi sedangkan atlit amerika mendengarkan Van Hellen, hasilnya? Amerika keluar sebagai juara umum.
But any way, tidak semua orang akan cocok dalam satu metode ya jadi baik meditasi maupun musik beat up semua tergantung pada psikologi atlit tersebut.
Ok gaes, segitu aja liputannya. Lebih kurangnya mohon maaf :)
Nama donatur.
Iconic statue.
Dojo kebanggaan.
Donatur dojo.
Para atlit dan pelatih.
Minggu, 09 April 2017
The secret of Heian/Pinan
"Apalah arti sebuah nama?" begitulah ungkapan dari William Shakespeare. Namun apabila memang suatu nama memiliki makna tersembunyi sehingga jika tahu menjadi jelas tujuan dinamakannya sesuatu?
Hal yang sama dapat pula terlihat dari nama Kata atau jurus dalam karate. Seperti yang kita ketahui bahwa nama kata dalam karate diubah oleh Gichin Funakoshi saat dipromosikan ke pulau utama jepang untuk menghilangkan hal yang terdengar agak ke"cina"an (Karena pada saat itu nasionalisme jepang sedang digaungkan).
Kemudian oleh seorang murid senior Funakoshi yang bernama Hironori Ohtsuka (yang dikemudian hari menciptakan aliran karate sendiri yang bernama Wado-ryu) mengembalikan nama kata sesuai dengan aslinya pada aliran yang dia ajarkan.
Pada artikel ini akan mengangkat nama dari kata Pinan / Heian (nama pinan dipakai pada wado-ryu, shorin-ryu, dan okinawan karate. Sedangkan heian dipakai oleh shotokan). Sebelum mengetahui arti dari nama kata tersebut baiknya kita tahu dulu siapa yang membentuk kata pinan ini dan alasannya.
Anko Itosu adalah seorang ahli seni beladiri yang mendapat pengajaran langsung dari Bushi Matsumura Sokon. Dari Anko Itosu juga menurunkan murid yang menjadi ahli seni beladiri yang berpengaruh besar terhadap penyebaran karate seperti Gichin Funakoshi, Kenwa Mabuni, Choki Motobu, dan lainnya.
Itosu adalah orang yang bertanggung jawab mengeluarkan karate dari "tempat persembunyiannya" yaitu dengan cara memasukkan karate menjadi materi pembelajaran wajib di sekolah.
Mengingat teknik karate sangat berbahaya, maka beliau menciptakan lima buah kata sebagai "pijakan" untuk mempelajari kata yang lebih tinggi. Lima buah kata ini (pinan/heian) diambil dari potongan dari kata kushanku dan channan dengan "menyembunyikan" teknik mematikannya.
Secara kasat mata kelima kata pinan/heian ini tidak terlihat ada teknik yang mematikan dan hanya sekedar latihan fisik pukul, tendang, dan tangkis. Namun bila ditelaah dengan bunkainya maka teknik yang sederhana tersebut tersembunyi rahasia that can save your ass from the street fight.
Sejurus dengan bunkainya, makna kata pinan/heian yang selama ini kita tahu memiliki arti "perdamaian" atau "ketenangan" ternyata memiliki arti yang jauh berbeda. Seperti yang kita ketahui karate mendapat pengaruh yang besar dari negeri tiongkok termasuk penamaan kata.
Bila kita sinkronkan kanji jepang untuk pinan/heian maka pada bahasa mandarin akan dilafalkan "ping'an", kurang lebih memiliki arti "tetap aman" atau "terlindungi dari marabahaya".
Wow!
Anko Itosu benar benar jenius membungkus makna dan teknik pada kata pinan/heian. Sehingga kata ini tidak hanya bisa dipraktekkan oleh anak sekolah namun bisa menjadi senjata bagi orang dewasa (bila dipelajari secara mendalam).
Yep, That’s the secret of Heian/Pinan.
Selasa, 28 Maret 2017
Tertarik Menjadi Seorang Atlit?
Sahabat smartial arts dan sahabat smart athletes di seluruh Indonesia tercinta,
Kita semua pasti tau siapa pemain sepak bola asal portugal yang mempunyai skill yang tinggi dan sukses di dalam maupun di luar lapangan. Yup ia adalah Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro atau lebih dikenal dengan CR7.
Saat ini ia berada dalam puncak kariernya disepak bola. Oke, kita tidak sedang membahas tentang CR7 atau sepak bola, namun kita akan membahas yang lebih penting yaitu "zona" dimana CR7 saat ini berada.
Para peneliti olah raga menggunakan istilah zona atau flow untuk suatu keadaan dimana seorang atlit elit berada dalam performa terbaiknya sehingga ia telah sampai dipuncak pencapaian tertinggi dari olah raga itu.
Nah berkaca dari CR7 yang telah berada pada zona tersebut, berikut aku jabarkan nih suatu rahasia yang dimiliki atlit elit sekelas CR7, mau tau?
Check it out yo!
Berikut ini nih 10 elemen penting dari zona yang berhasil di teliti oleh Jackson dan Csikszentmihalyi (1999), kemudian oleh Weinberg dan Gould (2011) meringkaskan agar dapat dipelajari oleh kita.
1. Keseimbangan antara tantangan dan kemampuan:
Dalam "zona" sangat penting terjadi saat seorang atlet percaya bahwa ia memiliki keterampilan untuk berhasil memenuhi tantangan fisik, teknis, dan mental yang dihadapinya.
2. Sangat menikmati dalam kegiatannya:
Seorang atlit begitu terlibat dalam olah raganya yang tampaknya tidak perduli lagi dengan hal yang lain.
3. Tujuan yang jelas:
Target benar benar telah jelas ditentukan sehingga sang atlitpun tahu benar apa yang harus ia lakukan. Kejelasan target atau tujuan dapat memberikan konsentrasi dan perhatian penuh.
4. Penggabungan tindakan dan kesadaran:
Atlet menyadari tindakan mereka tetapi bukan dari kesadaran itu sendiri (reflex).
5. Konsentrasi penuh terhadap hal yang ia kerjakan:
Para atlit elit mengatakan bahwa mereka merasa seperti "meledakkan" energi yang terkonsentrasi. Yel yel dari suporter lawan, reaksi lawan dan pengganggu lainnya sama sekali tidak berpengaruh. Fokus perhatian telah jelas terhadap apa yang ia kerjakan.
6. Hilangnya "kesadaran-diri":
Para atlit elit mengatakan bahwa ego mereka benar-benar hilang dalam kegiatan itu sendiri.
7. Rasa untuk mengendalikan:
Elemen dari "flow" ini merujuk kepada fakta bahwa atlit tidak begitu perduli dengan pengendalian / kontrol. Bahkan, mereka tidak khawatir dengan kurangnya rasa kontrol mereka.
8. Tidak perduli terhadap imbalan yang akan mereka terima:
Para atlit berpartisipasi murni karena ingin bermain atau berolah raga saja tanpa mencari imbalan atau bonus.
9. Transformasi waktu:
Para atlit mengatakan bahwa mereka masing masing memiliki presepsi tentang waktu. Apakah mereka saat di arena merasakan waktu berjalan cepat atau lambat.
10. Melakukan teknik sulit dengan mudah:
Pada elemen ini merujuk pada fakta bahwa atlet elit berperfoma bagus tanpa memikirkan teknik tekniknya dan tidak terlihat bahwa mereka berusaha keras untuk melakukannya.
Oke gaes, itulah 10 elemen rahasia yang dimiliki oleh para atlit elit, mereka tidak hanya dapat mengesampingkan fikiran negatif namun juga memiliki rasa percaya diri yang tinggi.
Hal hal diatas dapat kita peroleh hanya dengan berlatih, belajar, dan sedikit bantuan dari pelatih yang mumpuni. No talent can beat hard work.
Referensi:
• Jackson, S.A., & Csíkszentmihályi, M. (1999) Flow in Sports. Champaign, IL: Human Kinetics
• Weinberg, R.S., & Gould, D. (2011) Foundations of Sport and Exercise Psychology. Champaign, IL: Human Kinetics
Selasa, 21 Maret 2017
Film Karate
Sahabat smartial arts,
Apakah kalian bingung mau ngapain weekend ini? Terlalu lelah untuk berlatih? And need some chill time? Yup, kalian bisa nonton film sambil cemal cemil 😅 (not good for your health but good for your soul).
Nah bagi kalian yang suka karate dan hobi juga nonton film, ini nih referensi beberapa film mengenai karate yang gak bakal bikin kamu nyesel menontonnya.
Check it out!
Yang pertama kita mulai film lawas dari negeri sendiri yaitu Karate Sabuk Hitam tahun 1977 (udah pasti belum lahir gw). Aktor yang pasti kalian kenal difilm ini adalah Willy Dozan, beliau memang praktisi karate.
Kesan yang didapat dari film ini adalah gambaran bagaimana bentuk karate pada era itu. Bila dilihat menggunakan sudut pandang karate era sekarang maka akan terlihat "lucu". Hmm... bagaimana ya pandangan karateka generasi mendatang mengenai film karate masa sekarang?
Yang kedua adalah Kuro Obi atau Black Belt, para aktor di film ini diperankan oleh master master karate yang memang sangat ahli dalam seni beladiri ini. Diantaranya adalah Tatsuya Naka Dan 7 JKA Shotokan karate, Akihito Yagi Dan 7 Meibukan Gōjū-ryū Karate dan Yuji Suzuki Dan 1 Kyokushin karate.
Didalam film ini kita bisa mendapatkan gambaran mengenai nilai nilai filosofi dari karate yang mana memang harus dipahami oleh setiap para karateka. Selain itu kita juga bisa melihat teknik karate yang mematikan dan efisien yang dilakukan oleh para ahlinya.
Yang ketiga adalah film dengan judul Street Fighter: Assssin's Fist. Agak lucu memang mengapa film yang diangkat dari game ini aku masukkan sebagai film karate, alasannya kira kira kita dapat melihat "karatenya" secara tersirat.
Difilm ini kita bisa menyaksikan koreografi pertarungan yang cukup bagus ditambah pengkarakteran tokoh yang mirip dengan game aslinya. Dijamin setelah menonton film ini anda pasti akan mempraktekkan hadaoken 😅
Kemudian film yang mengangkat sang legenda karate yaitu Masutatsu Oyama. Bagi yang belum tau siapa beliau kalian bisa langsung googling aja. Sang pendiri full kontak karate ini memang gak ada habisnya selalu diangkat menjadi karakter film, manga, ataupun game.
Diantara film yang mengangkat kisah hidup Masutatsu Oyama adalah film trilogi yang diperankan sonny chiba dan film fighter in the wind.
Untuk film trilogi masutatsu oyama yaitu: Karate Bull Fighter, Karate Bear Fighter, dan Karate for Life. Wah bakalan nonton marathon untuk ketiga film ini. Untuk mendalami perannya sonny chiba sampai berguru langsung dengan sang legenda.
Kemudian yang terakhir adalah film yang berasal dari korea yaitu Fighter in The Wind. Jangan heran mengapa korea membuat film tentang karate, karena faktanya Mas Oyama adalah orang Korea asli lho. Jadi, sang legenda ini telah menjadi semacam pahlawan bagi dua negara baik Jepang dan Korea.
Ok gaes, segitu aja untuk review filmnya. Selamat berburu ya :)
Apakah kalian bingung mau ngapain weekend ini? Terlalu lelah untuk berlatih? And need some chill time? Yup, kalian bisa nonton film sambil cemal cemil 😅 (not good for your health but good for your soul).
Nah bagi kalian yang suka karate dan hobi juga nonton film, ini nih referensi beberapa film mengenai karate yang gak bakal bikin kamu nyesel menontonnya.
Check it out!
Yang pertama kita mulai film lawas dari negeri sendiri yaitu Karate Sabuk Hitam tahun 1977 (udah pasti belum lahir gw). Aktor yang pasti kalian kenal difilm ini adalah Willy Dozan, beliau memang praktisi karate.
Kesan yang didapat dari film ini adalah gambaran bagaimana bentuk karate pada era itu. Bila dilihat menggunakan sudut pandang karate era sekarang maka akan terlihat "lucu". Hmm... bagaimana ya pandangan karateka generasi mendatang mengenai film karate masa sekarang?
Yang kedua adalah Kuro Obi atau Black Belt, para aktor di film ini diperankan oleh master master karate yang memang sangat ahli dalam seni beladiri ini. Diantaranya adalah Tatsuya Naka Dan 7 JKA Shotokan karate, Akihito Yagi Dan 7 Meibukan Gōjū-ryū Karate dan Yuji Suzuki Dan 1 Kyokushin karate.
Didalam film ini kita bisa mendapatkan gambaran mengenai nilai nilai filosofi dari karate yang mana memang harus dipahami oleh setiap para karateka. Selain itu kita juga bisa melihat teknik karate yang mematikan dan efisien yang dilakukan oleh para ahlinya.
Yang ketiga adalah film dengan judul Street Fighter: Assssin's Fist. Agak lucu memang mengapa film yang diangkat dari game ini aku masukkan sebagai film karate, alasannya kira kira kita dapat melihat "karatenya" secara tersirat.
Difilm ini kita bisa menyaksikan koreografi pertarungan yang cukup bagus ditambah pengkarakteran tokoh yang mirip dengan game aslinya. Dijamin setelah menonton film ini anda pasti akan mempraktekkan hadaoken 😅
Kemudian film yang mengangkat sang legenda karate yaitu Masutatsu Oyama. Bagi yang belum tau siapa beliau kalian bisa langsung googling aja. Sang pendiri full kontak karate ini memang gak ada habisnya selalu diangkat menjadi karakter film, manga, ataupun game.
Diantara film yang mengangkat kisah hidup Masutatsu Oyama adalah film trilogi yang diperankan sonny chiba dan film fighter in the wind.
Untuk film trilogi masutatsu oyama yaitu: Karate Bull Fighter, Karate Bear Fighter, dan Karate for Life. Wah bakalan nonton marathon untuk ketiga film ini. Untuk mendalami perannya sonny chiba sampai berguru langsung dengan sang legenda.
Kemudian yang terakhir adalah film yang berasal dari korea yaitu Fighter in The Wind. Jangan heran mengapa korea membuat film tentang karate, karena faktanya Mas Oyama adalah orang Korea asli lho. Jadi, sang legenda ini telah menjadi semacam pahlawan bagi dua negara baik Jepang dan Korea.
Ok gaes, segitu aja untuk review filmnya. Selamat berburu ya :)
Minggu, 26 Februari 2017
Karate dan Fisika?
Sahabat smartial arts,
Salah satu hal yang aku sukai dari karate adalah didalam seni beladiri ini banyak sekali referensi ilmiah maupun penelitian ilmiah yang mengupas sistem mekanisme gerakan dari teknik karate. Salah satu disiplin ilmu yang mengupas teknik karate adalah ilmu fisika.
Ok gaes, honestly I even didn't get a "C" in physics. Namun itu bukanlah halangan kita untuk belajar hal yang baru bukan?
Kalian pasti pernah mendengar tentang Prof. Yohanes Surya Ph.D., beliau adalah fisikawan kebanggaan Indonesia. Beliau lebih dikenal sebagai pembimbing tim olimpiade fisika yang mana Indonesia keluar sebagai juaranya. WOW!
Dan luar biasanya lagi beliau pernah menulis tentang karate lho!. Hmmm.... apa ya yang ia tulis? Pastinya berhubungan dengan karate dan fisika.
Beliau menulis tentang luar biasanya seorang karateka menghancurkan benda benda yang keras atau tameshwari. Menurut beliau kemampuan karateka tersebut bukanlah berasal dari kekuatan gaib namun dapat dijelaskan dengan pendekatan ilmu fisika.
Pertama beliau mengutip pandangan seorang karateka dan juga fisikawan international yang memiliki gelar Ph.D di bidang fisika MIT (Massachusetts Institute of Technology) yang bernama Michael Feld, fisikawan ini berpendapat bahwa demonstrasi tameshwari tidak menggunakan tipuan kamera atau efek komputer.
Seluruh gerakan karate sesungguhnya hanya merupakan aplikasi prinsip-prinsip fisika. Teknik karate merupakan paduan gerakan yang paling efisien sehingga hampir tidak dapat dimaksimalkan lebih jauh lagi.
Rahasia utama dalam gerakan bela diri ini adalah kecepatan gerakan serta ketepatan fokus serangan (sasaran). Semua teknik dalam Karate ditujukan untuk menghasilkan kecepatan dan kekuatan secara efisien. Sebelum memulai gerakan, karateka terbiasa untuk mengambil napas yang dalam, yang kemudian dikeluarkan lagi sambil berteriak keras "HAI-YAAA" saat melepaskan serangan.
Secara fisika, teriakan itu sebenarnya merupakan cara untuk melepaskan gaya yang sangat besar yang dihasilkan oleh otot-otot diafragma (otot yang mengatur gerakan paru-paru) yang berkontraksi sangat cepat. Dengan berteriak, gerakan yang dilakukan menjadi lebih efisien, terutama dalam melakukan pukulan.
Pukulan-pukulan yang dihasilkan oleh seorang pemula mencapai kecepatan 6 meter per detik, sedangkan seorang karateka sabuk hitam dapat mengeluarkan pukulan dengan kecepatan 14 meter per detik (lebih cepat dari kecepatan pelari tercepat). Kecepatan gerakan dan pukulan sangat penting dalam Karate.
Dalam karate, Joe Louis yang dikenal sebagai “Greatest Karate Fighter of All Time”, tahu bahwa besaran fisika yang sangat berperan adalah momentum. Momentum suatu benda yang sedang bergerak sama dengan massa benda itu dikalikan dengan kecepatannya. Benda yang bermassa lebih besar mempunyai momentum yang lebih besar dibandingkan dengan benda yang bermassa lebih kecil.
Sebuah truk yang bergerak dengan kecepatan 70 kilometer per jam mempunyai momentum lebih besar dari sebuah mobil taxi yang bergerak dengan kecepatan yang sama. Juga benda yang bergerak dengan kecepatan lebih tinggi mempunyai momentum lebih besar, misalnya truk yang bergerak dengan kecepatan 70 km/jam akan mempunyai momentum lebih besar dari truk yang sama yang bergerak dengan kecepatan 35 km/jam.
Gb.1 Karateka memukul sasaran.
Gb. 2 Transfer momentum yang besar.
Pada gambar 1 seorang karateka sedang memukul sasaran yang terbuat dari kayu. Ketika tangannya menghantam kayu sasaran, ada momentum yang ditransfer dari tangan kepada sasaran. Besarnya gaya yang dialami oleh kayu akibat pukulan ini sangat tergantung pada berapa besar momentum yang ditransfer dan berapa lama waktu transfernya itu.
Semakin besar momentum yang ditransfer semakin besar gaya yang dialami kayu. Dan semakin cepat waktu transfernya semakin besar pula gaya itu. Karateka pada gambar 2 mula-mula berdiri dengan kepalan tangan menghadap ke atas. Kemudian ia memberi momentum pada tangan dengan menggerakkannya ke depan.
Agar momentum tangannya lebih besar, badan karateka ikut mendorong (dorongan badan akan lebih efektif jika selama proses ini kepalan tangan berputar seratus delapan puluh derajat, sehingga sekarang kepalan tangan menghadap ke bawah). Selanjutnya momentum yang besar ini ditransfer dalam waktu sekecil mungkin. Agar waktu transfernya sekecil mungkin, setelah mengenai sasaran, sang karateka segera menarik kembali tangannya dengan cepat.
Untuk memperoleh efek hantaman yang lebih besar lagi, tekanan yang diberikan oleh tangan sang karateka harus lebih besar. Ini diperoleh dengan membuat permukaan sentuh antara tangan dan sasaran sekecil mungkin.
Dalam hal ini bagian yang cocok untuk menghantam adalah tulang-tulang metacarpal (tulang antara jari dan pergelangan tangan, gambar 2). Seorang karateka mampu menghantam sasaran dengan energi sekitar 150 joule. Jika karateka ini memukul dengan telapak tangannya (luasnya sekitar 150 cm kuadrat), maka energi yang dirasakan oleh titik sasaran hanya sebesar 1 joule per sentimeter kuadrat (yaitu 150 joule/150 cm2).
Tetapi jika karateka itu menggunakan bagian sisi tangannya yang luasnya lebih kecil (misalnya dengan luas 15 cm kuadrat) maka energi yang dirasakan oleh titik sasaran bisa mencapai 10 joule per sentimeter kuadrat, tentu saja ini akan memberikan efek yang jauh lebih besar. Itulah sebabnya ketepatan sasaran (pukulan yang terkonsentrasi pada luas permukaan sekecil mungkin) sangat penting dalam Karate.
Gb.3. Bagian tubuh yang digunakan untuk menyerang.
Gambar 3 menunjukkan bagian-bagian tangan dan kaki yang sering dipakai untuk menyerang sasaran karena dapat secara efektif mentransfer momentum pada sasaran dan mempunyai permukaan sekecil mungkin.
Untuk memecah balok kayu, beton, batu bata ataupun balok es, pukulan seorang karateka harus mampu memberikan tekanan yang lebih besar dari batas elastis (kelenturan) yang dapat ditoleransi oleh benda-benda tersebut. Batas elastis tiap benda berbeda-beda. Beton mempunyai batas elastis (maximum crushing) 400 kg per sentimeter kuadrat. Artinya jika beton itu dihantam dengan gaya setara dengan berat 400 kg, pada daerah seluas 1 sentimeter kuadrat maka beton itu akan pecah.
Batas elastis tulang manusia mencapai 40 kali batas elastis batang beton sehingga lebih susah untuk dipatahkan (saat terjadi tumbukan yang patah adalah batang beton dan bukan tulang kaki atau tangan manusia yang memukulnya). Selain itu, tangan dan kaki manusia dilengkapi pula dengan berbagai ligamen, tendon, otot, dan kulit yang dapat membantu mendispersikan gaya yang diterima ke seluruh tubuh (gaya menjadi tidak lagi terkonsentrasi) sehingga pada akhirnya dapat menyerap gaya sebesar 2000 kali gaya maksimum yang dapat diterima beton.
Tangan dan kaki karateka semakin kuat seiring dengan bertambahnya frekuensi latihan karena terjadi adaptasi dengan terbentuknya jaringan kalus (callus) yang dapat menyerap dan mendifusikan gaya yang diterima saat terjadi tumbukan (tangan dan kaki tidak terasa sakit sama sekali walaupun bertumbukan dengan balok padat yang keras).
Tangan dan kaki yang tidak terlatih sangat mudah terluka karena permukaan kulit masih terlalu halus. Dengan latihan yang serius Mikael Bigersson (Swedia) masuk Guinnes Book dengan memecahkan 21 balok beton berukuran 60 cm x 20 cm x 7 cm dengan menggunakan tangannya dalam waktu 1 menit pada tahun 2001 yang lalu (ck..ck... hebat amat....)
Jadi, semua keajaiban Karate ternyata dapat dipelajari menggunakan prinsip prinsip fisika. Gerakan-gerakannya pun dapat ditingkatkan variasinya menggunakan berbagai strategi yang meminjam konsep dan hukum fisika. Tidak ada tipuan maupun sihir yang terlibat. Rahasianya hanya terletak pada perpaduan konsentrasi dan kesiapan mental dan fisik serta pengetahuan fisika yang baik.
Ok gaes itulah penjelasan dari sang profesor mengenai sebagian kecil teknik karate yang dijelaskan dengan ilmu fisika. Tentunya tidak hanya ilmu fisika yang terkait dengan karate, banyak sekali disiplin ilmu yang menyentuh seni beladiri ini beserta referensi ilmiahnya. So, keep update your knowledge with this blog. :)
Minggu, 12 Februari 2017
Jutsu dan Do
Sahabat smartial arts,
Pernahkah anda mendengar suatu pepatah tiongkok kuno yaitu "Bila anda ingin menjadi ahli pedang, yang pertama anda harus pelajari adalah bagaimana cara memegang pedang".
Hmm... apa ya maksud dari pepatah itu? Bukankah saat kita bermain pedang kita memang menggenggamnya? Bukankah juga kita sewaktu masih bayi sekalipun kita sudah belajar menggenggam?
Namun sayangnya pedang bukanlah sebuah mainan, bila pedang dipegang oleh orang jahat ia akan menzholimi orang lain, bila pedang dipegang oleh penyamun ia akan mengambil hak orang lain, dan bila pedang dipegang oleh kesatria yang tidak suci hatinya maka ia akan menggunakan untuk menaklukkan orang lain.
Di lain sisi bila pedang dipegang oleh orang yang baik maka ia akan menggunakannya untuk kebaikan seperti membela kebenaran, melindungi orang yang lemah, membela diri, dan melawan kejahatan. Itulah makna dari pepatah tersebut.
Hal yang sama berlaku juga untuk seni beladiri tangan kosong termasuk karate. Sudah tidak dapat disanggah lagi dalam karate tradisional melatih tangan, kaki, dan seluruh anggota tubuh agar menjadi sekeras batu sehingga tangan dan kaki berfungsi sebagai pedang dan tombak yang mematikan.
Sehingga hal ini perlu kaidah-kaidah yang yang wajib diterapkan oleh karateka agar jangan sampai tekniknya digunakan untuk hal hal yang dapat menyakiti orang lain.
Beranjak dari perinsip diatas dikenallah istilah dalam seni beladiri Jepang yaitu penggunaan akhiran -Jutsu dan -Do.
Apa arti akhiran -Jutsu dan -Do ini?
Arti dari kata Jutsu adalah ilmu pengetahuan atau metode. Sedangkan dalam seni beladiri jepang jutsu memiliki makna teknik atau strategi dalam pertarungan nyata.
Kemudian Do memiliki arti jalan hidup. Sedangkan dalam seni beladiri imbuhan -do memiliki tujuan dalam pelatihan beladiri adalah untuk membentuk karakter.
Dari sini bisa kita tarik kesimpulan karate-jutsu melatih karateka dengan berbagai macam teknik yang sangat berbahaya bila digunakan dalam pertarungan nyata dan karate-do adalah berlatih karate dengan bertujuan mengembangkan karakter karateka.
Ibarat dua sisi mata uang kedua akhiran ini tidak dapat dipisahkan dan wajib dipahami dan diterapkan oleh karateka. Disatu sisi seorang karateka haruslah menjadi orang yang selalu siaga dan selalu mengasah fisik, pikiran, dan mentalnya menjadi sebilah pedang namun disisi lain ia tidak boleh mencabut pedang tersebut kecuali dalam keadaan antara hidup dan mati.
Dalam perinsip -Do, tidak hanya diterapkan dalam dojo (tempat berlatih) saja, namun semangat budo (jalan hidup seni beladiri) dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti patuh kepada kejujuran, sopan santun, dan lain sebagainya.
Seperti biasa, artikel ini akan ditutup dengan quote dalan seni beladiri jepang "lebih baik menjadi seorang samurai yang memangkas di taman dari pada menjadi seorang tukang kebun yang memangkas di arena pertempuran".
Salam, oss..
Langganan:
Postingan (Atom)


















