Minggu, 26 Februari 2017
Karate dan Fisika?
Sahabat smartial arts,
Salah satu hal yang aku sukai dari karate adalah didalam seni beladiri ini banyak sekali referensi ilmiah maupun penelitian ilmiah yang mengupas sistem mekanisme gerakan dari teknik karate. Salah satu disiplin ilmu yang mengupas teknik karate adalah ilmu fisika.
Ok gaes, honestly I even didn't get a "C" in physics. Namun itu bukanlah halangan kita untuk belajar hal yang baru bukan?
Kalian pasti pernah mendengar tentang Prof. Yohanes Surya Ph.D., beliau adalah fisikawan kebanggaan Indonesia. Beliau lebih dikenal sebagai pembimbing tim olimpiade fisika yang mana Indonesia keluar sebagai juaranya. WOW!
Dan luar biasanya lagi beliau pernah menulis tentang karate lho!. Hmmm.... apa ya yang ia tulis? Pastinya berhubungan dengan karate dan fisika.
Beliau menulis tentang luar biasanya seorang karateka menghancurkan benda benda yang keras atau tameshwari. Menurut beliau kemampuan karateka tersebut bukanlah berasal dari kekuatan gaib namun dapat dijelaskan dengan pendekatan ilmu fisika.
Pertama beliau mengutip pandangan seorang karateka dan juga fisikawan international yang memiliki gelar Ph.D di bidang fisika MIT (Massachusetts Institute of Technology) yang bernama Michael Feld, fisikawan ini berpendapat bahwa demonstrasi tameshwari tidak menggunakan tipuan kamera atau efek komputer.
Seluruh gerakan karate sesungguhnya hanya merupakan aplikasi prinsip-prinsip fisika. Teknik karate merupakan paduan gerakan yang paling efisien sehingga hampir tidak dapat dimaksimalkan lebih jauh lagi.
Rahasia utama dalam gerakan bela diri ini adalah kecepatan gerakan serta ketepatan fokus serangan (sasaran). Semua teknik dalam Karate ditujukan untuk menghasilkan kecepatan dan kekuatan secara efisien. Sebelum memulai gerakan, karateka terbiasa untuk mengambil napas yang dalam, yang kemudian dikeluarkan lagi sambil berteriak keras "HAI-YAAA" saat melepaskan serangan.
Secara fisika, teriakan itu sebenarnya merupakan cara untuk melepaskan gaya yang sangat besar yang dihasilkan oleh otot-otot diafragma (otot yang mengatur gerakan paru-paru) yang berkontraksi sangat cepat. Dengan berteriak, gerakan yang dilakukan menjadi lebih efisien, terutama dalam melakukan pukulan.
Pukulan-pukulan yang dihasilkan oleh seorang pemula mencapai kecepatan 6 meter per detik, sedangkan seorang karateka sabuk hitam dapat mengeluarkan pukulan dengan kecepatan 14 meter per detik (lebih cepat dari kecepatan pelari tercepat). Kecepatan gerakan dan pukulan sangat penting dalam Karate.
Dalam karate, Joe Louis yang dikenal sebagai “Greatest Karate Fighter of All Time”, tahu bahwa besaran fisika yang sangat berperan adalah momentum. Momentum suatu benda yang sedang bergerak sama dengan massa benda itu dikalikan dengan kecepatannya. Benda yang bermassa lebih besar mempunyai momentum yang lebih besar dibandingkan dengan benda yang bermassa lebih kecil.
Sebuah truk yang bergerak dengan kecepatan 70 kilometer per jam mempunyai momentum lebih besar dari sebuah mobil taxi yang bergerak dengan kecepatan yang sama. Juga benda yang bergerak dengan kecepatan lebih tinggi mempunyai momentum lebih besar, misalnya truk yang bergerak dengan kecepatan 70 km/jam akan mempunyai momentum lebih besar dari truk yang sama yang bergerak dengan kecepatan 35 km/jam.
Gb.1 Karateka memukul sasaran.
Gb. 2 Transfer momentum yang besar.
Pada gambar 1 seorang karateka sedang memukul sasaran yang terbuat dari kayu. Ketika tangannya menghantam kayu sasaran, ada momentum yang ditransfer dari tangan kepada sasaran. Besarnya gaya yang dialami oleh kayu akibat pukulan ini sangat tergantung pada berapa besar momentum yang ditransfer dan berapa lama waktu transfernya itu.
Semakin besar momentum yang ditransfer semakin besar gaya yang dialami kayu. Dan semakin cepat waktu transfernya semakin besar pula gaya itu. Karateka pada gambar 2 mula-mula berdiri dengan kepalan tangan menghadap ke atas. Kemudian ia memberi momentum pada tangan dengan menggerakkannya ke depan.
Agar momentum tangannya lebih besar, badan karateka ikut mendorong (dorongan badan akan lebih efektif jika selama proses ini kepalan tangan berputar seratus delapan puluh derajat, sehingga sekarang kepalan tangan menghadap ke bawah). Selanjutnya momentum yang besar ini ditransfer dalam waktu sekecil mungkin. Agar waktu transfernya sekecil mungkin, setelah mengenai sasaran, sang karateka segera menarik kembali tangannya dengan cepat.
Untuk memperoleh efek hantaman yang lebih besar lagi, tekanan yang diberikan oleh tangan sang karateka harus lebih besar. Ini diperoleh dengan membuat permukaan sentuh antara tangan dan sasaran sekecil mungkin.
Dalam hal ini bagian yang cocok untuk menghantam adalah tulang-tulang metacarpal (tulang antara jari dan pergelangan tangan, gambar 2). Seorang karateka mampu menghantam sasaran dengan energi sekitar 150 joule. Jika karateka ini memukul dengan telapak tangannya (luasnya sekitar 150 cm kuadrat), maka energi yang dirasakan oleh titik sasaran hanya sebesar 1 joule per sentimeter kuadrat (yaitu 150 joule/150 cm2).
Tetapi jika karateka itu menggunakan bagian sisi tangannya yang luasnya lebih kecil (misalnya dengan luas 15 cm kuadrat) maka energi yang dirasakan oleh titik sasaran bisa mencapai 10 joule per sentimeter kuadrat, tentu saja ini akan memberikan efek yang jauh lebih besar. Itulah sebabnya ketepatan sasaran (pukulan yang terkonsentrasi pada luas permukaan sekecil mungkin) sangat penting dalam Karate.
Gb.3. Bagian tubuh yang digunakan untuk menyerang.
Gambar 3 menunjukkan bagian-bagian tangan dan kaki yang sering dipakai untuk menyerang sasaran karena dapat secara efektif mentransfer momentum pada sasaran dan mempunyai permukaan sekecil mungkin.
Untuk memecah balok kayu, beton, batu bata ataupun balok es, pukulan seorang karateka harus mampu memberikan tekanan yang lebih besar dari batas elastis (kelenturan) yang dapat ditoleransi oleh benda-benda tersebut. Batas elastis tiap benda berbeda-beda. Beton mempunyai batas elastis (maximum crushing) 400 kg per sentimeter kuadrat. Artinya jika beton itu dihantam dengan gaya setara dengan berat 400 kg, pada daerah seluas 1 sentimeter kuadrat maka beton itu akan pecah.
Batas elastis tulang manusia mencapai 40 kali batas elastis batang beton sehingga lebih susah untuk dipatahkan (saat terjadi tumbukan yang patah adalah batang beton dan bukan tulang kaki atau tangan manusia yang memukulnya). Selain itu, tangan dan kaki manusia dilengkapi pula dengan berbagai ligamen, tendon, otot, dan kulit yang dapat membantu mendispersikan gaya yang diterima ke seluruh tubuh (gaya menjadi tidak lagi terkonsentrasi) sehingga pada akhirnya dapat menyerap gaya sebesar 2000 kali gaya maksimum yang dapat diterima beton.
Tangan dan kaki karateka semakin kuat seiring dengan bertambahnya frekuensi latihan karena terjadi adaptasi dengan terbentuknya jaringan kalus (callus) yang dapat menyerap dan mendifusikan gaya yang diterima saat terjadi tumbukan (tangan dan kaki tidak terasa sakit sama sekali walaupun bertumbukan dengan balok padat yang keras).
Tangan dan kaki yang tidak terlatih sangat mudah terluka karena permukaan kulit masih terlalu halus. Dengan latihan yang serius Mikael Bigersson (Swedia) masuk Guinnes Book dengan memecahkan 21 balok beton berukuran 60 cm x 20 cm x 7 cm dengan menggunakan tangannya dalam waktu 1 menit pada tahun 2001 yang lalu (ck..ck... hebat amat....)
Jadi, semua keajaiban Karate ternyata dapat dipelajari menggunakan prinsip prinsip fisika. Gerakan-gerakannya pun dapat ditingkatkan variasinya menggunakan berbagai strategi yang meminjam konsep dan hukum fisika. Tidak ada tipuan maupun sihir yang terlibat. Rahasianya hanya terletak pada perpaduan konsentrasi dan kesiapan mental dan fisik serta pengetahuan fisika yang baik.
Ok gaes itulah penjelasan dari sang profesor mengenai sebagian kecil teknik karate yang dijelaskan dengan ilmu fisika. Tentunya tidak hanya ilmu fisika yang terkait dengan karate, banyak sekali disiplin ilmu yang menyentuh seni beladiri ini beserta referensi ilmiahnya. So, keep update your knowledge with this blog. :)
Minggu, 12 Februari 2017
Jutsu dan Do
Sahabat smartial arts,
Pernahkah anda mendengar suatu pepatah tiongkok kuno yaitu "Bila anda ingin menjadi ahli pedang, yang pertama anda harus pelajari adalah bagaimana cara memegang pedang".
Hmm... apa ya maksud dari pepatah itu? Bukankah saat kita bermain pedang kita memang menggenggamnya? Bukankah juga kita sewaktu masih bayi sekalipun kita sudah belajar menggenggam?
Namun sayangnya pedang bukanlah sebuah mainan, bila pedang dipegang oleh orang jahat ia akan menzholimi orang lain, bila pedang dipegang oleh penyamun ia akan mengambil hak orang lain, dan bila pedang dipegang oleh kesatria yang tidak suci hatinya maka ia akan menggunakan untuk menaklukkan orang lain.
Di lain sisi bila pedang dipegang oleh orang yang baik maka ia akan menggunakannya untuk kebaikan seperti membela kebenaran, melindungi orang yang lemah, membela diri, dan melawan kejahatan. Itulah makna dari pepatah tersebut.
Hal yang sama berlaku juga untuk seni beladiri tangan kosong termasuk karate. Sudah tidak dapat disanggah lagi dalam karate tradisional melatih tangan, kaki, dan seluruh anggota tubuh agar menjadi sekeras batu sehingga tangan dan kaki berfungsi sebagai pedang dan tombak yang mematikan.
Sehingga hal ini perlu kaidah-kaidah yang yang wajib diterapkan oleh karateka agar jangan sampai tekniknya digunakan untuk hal hal yang dapat menyakiti orang lain.
Beranjak dari perinsip diatas dikenallah istilah dalam seni beladiri Jepang yaitu penggunaan akhiran -Jutsu dan -Do.
Apa arti akhiran -Jutsu dan -Do ini?
Arti dari kata Jutsu adalah ilmu pengetahuan atau metode. Sedangkan dalam seni beladiri jepang jutsu memiliki makna teknik atau strategi dalam pertarungan nyata.
Kemudian Do memiliki arti jalan hidup. Sedangkan dalam seni beladiri imbuhan -do memiliki tujuan dalam pelatihan beladiri adalah untuk membentuk karakter.
Dari sini bisa kita tarik kesimpulan karate-jutsu melatih karateka dengan berbagai macam teknik yang sangat berbahaya bila digunakan dalam pertarungan nyata dan karate-do adalah berlatih karate dengan bertujuan mengembangkan karakter karateka.
Ibarat dua sisi mata uang kedua akhiran ini tidak dapat dipisahkan dan wajib dipahami dan diterapkan oleh karateka. Disatu sisi seorang karateka haruslah menjadi orang yang selalu siaga dan selalu mengasah fisik, pikiran, dan mentalnya menjadi sebilah pedang namun disisi lain ia tidak boleh mencabut pedang tersebut kecuali dalam keadaan antara hidup dan mati.
Dalam perinsip -Do, tidak hanya diterapkan dalam dojo (tempat berlatih) saja, namun semangat budo (jalan hidup seni beladiri) dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti patuh kepada kejujuran, sopan santun, dan lain sebagainya.
Seperti biasa, artikel ini akan ditutup dengan quote dalan seni beladiri jepang "lebih baik menjadi seorang samurai yang memangkas di taman dari pada menjadi seorang tukang kebun yang memangkas di arena pertempuran".
Salam, oss..
Rabu, 25 Januari 2017
Bushi Matsumura
Hi gaes, kali ini kita akan mengangkat sebuah kisah seorang grand master karate yang lahir di Okinawa pada tahun 1809.
Siapa ya gerangan?
Beliau adalah Matsumura Sokon yang Bagi yang belum tahu siapa dia, dia adalah orang yang memiliki peran dalam mengajarkan beberapa kata dalam karate. Seperti disebagian besar kata pada shorin-ryu, Shotokan, Shito-ryu, Wado-ryu, dll.
Matsumura mendapat gelar dari sang kaisar ryukyu sebagai Bushi (kesatria). Pengertian bushi di okinawa berbeda dengan di pulau utama jepang, bila di pulau utama jepang bushi hanya untuk seorang pendekar samurai namun di okinawa tidak hanya harus ahli dalam seni pedang dan seni beladiri namun juga harus ahli dalam bidang akademik sehingga seorang bushi adalah master dalam pedang dan pena.
Ok, kita lanjut ke kisahnya sebagai berikut, check it out;
Pada masa itu matsumura sokon ingin mengajukan diri sebagai bodyguard sang kaisar dan keluarganya. Sang kaisar akan menyetujuinya hanya denga satu syarat. Apa itu?
Sang calon bushi ini harus mengalahkan seekor banteng dewasa. Kagetlah para menteri dan seluruh penghuni istana akan permintaan kaisar yang mustahil tersebut. Bagaimana tidak, banteng di okinawa terkenal sangat besar dan buas. (hingga saat modern ini di okinawa masih menyelenggarakan "sumo" banteng)
Matsumura dengan gagahnya langsung menyanggupi permintaan sang kaisar tanpa ragu. But how? Sang master karate ini setiap hari datang kekandang sang banteng, pertama ia mengecek apakah kandang cukup kuat menahan banteng bila mengamuk, kedua ia membiarkan sang banteng untuk mengenali bau sang master.
Ketiga ia membuka kipas lipatnya sambil menyiksa sang banteng dengan memukulnya bahkan menusuk hidungnya dengan jarum yang sangat panjang. Tindakan ini ia lakukan setiap hari sampai satu hari sebelum pertarungannya dengan sang banteng.
Sampai hari yang telah ditentukan, disebuah tanah lapang dan disaksikan sang kaisar, keluarga kaisar, para menteri dan segenap penduduk ryukyu. Matsumura sokon maju ketengah arena tanpa rasa gentar sedikitpun.
Kemudian sang banteng dilepaskan, mengamuklah banteng tersebut sambil mencari hal yang dapat ditanduknya. Namun seketika banteng tersebut melihat matsumura sokon ditengah lapangan terdiamlah banteng tersebut.
Dan saat sang master mengeluarkan kipas lipatnya dan membukanya, larilah sang banteng tunggang langgang mengenali siapa yang biasa menyiksanya setiap hari. Melihat kejadian yang menakjubkan itu sang kaisar menobatkan matsumura sokon sebagai bodyguard kerajaan.
Oke gaes, itulah kisah master karate sang bushi matsumura sokon. Hikmah apa yang dapat kita petik dari kisah ini adalah Hendaknya kita selalu mengedepankan otak kita dari pada otot kita dalam menyelesaikan masalah.
Saya akan menutup artikel ini dengan mengutip ucapan dari master cotoku kyan "bila anda tidak pernah menggunakan karate selama hidup anda berarti anda telah mencapai tujuan dari karate".
Salam, osh..
Siapa ya gerangan?
Beliau adalah Matsumura Sokon yang Bagi yang belum tahu siapa dia, dia adalah orang yang memiliki peran dalam mengajarkan beberapa kata dalam karate. Seperti disebagian besar kata pada shorin-ryu, Shotokan, Shito-ryu, Wado-ryu, dll.
Matsumura mendapat gelar dari sang kaisar ryukyu sebagai Bushi (kesatria). Pengertian bushi di okinawa berbeda dengan di pulau utama jepang, bila di pulau utama jepang bushi hanya untuk seorang pendekar samurai namun di okinawa tidak hanya harus ahli dalam seni pedang dan seni beladiri namun juga harus ahli dalam bidang akademik sehingga seorang bushi adalah master dalam pedang dan pena.
Ok, kita lanjut ke kisahnya sebagai berikut, check it out;
Pada masa itu matsumura sokon ingin mengajukan diri sebagai bodyguard sang kaisar dan keluarganya. Sang kaisar akan menyetujuinya hanya denga satu syarat. Apa itu?
Sang calon bushi ini harus mengalahkan seekor banteng dewasa. Kagetlah para menteri dan seluruh penghuni istana akan permintaan kaisar yang mustahil tersebut. Bagaimana tidak, banteng di okinawa terkenal sangat besar dan buas. (hingga saat modern ini di okinawa masih menyelenggarakan "sumo" banteng)
Matsumura dengan gagahnya langsung menyanggupi permintaan sang kaisar tanpa ragu. But how? Sang master karate ini setiap hari datang kekandang sang banteng, pertama ia mengecek apakah kandang cukup kuat menahan banteng bila mengamuk, kedua ia membiarkan sang banteng untuk mengenali bau sang master.
Ketiga ia membuka kipas lipatnya sambil menyiksa sang banteng dengan memukulnya bahkan menusuk hidungnya dengan jarum yang sangat panjang. Tindakan ini ia lakukan setiap hari sampai satu hari sebelum pertarungannya dengan sang banteng.
Sampai hari yang telah ditentukan, disebuah tanah lapang dan disaksikan sang kaisar, keluarga kaisar, para menteri dan segenap penduduk ryukyu. Matsumura sokon maju ketengah arena tanpa rasa gentar sedikitpun.
Kemudian sang banteng dilepaskan, mengamuklah banteng tersebut sambil mencari hal yang dapat ditanduknya. Namun seketika banteng tersebut melihat matsumura sokon ditengah lapangan terdiamlah banteng tersebut.
Dan saat sang master mengeluarkan kipas lipatnya dan membukanya, larilah sang banteng tunggang langgang mengenali siapa yang biasa menyiksanya setiap hari. Melihat kejadian yang menakjubkan itu sang kaisar menobatkan matsumura sokon sebagai bodyguard kerajaan.
Oke gaes, itulah kisah master karate sang bushi matsumura sokon. Hikmah apa yang dapat kita petik dari kisah ini adalah Hendaknya kita selalu mengedepankan otak kita dari pada otot kita dalam menyelesaikan masalah.
Saya akan menutup artikel ini dengan mengutip ucapan dari master cotoku kyan "bila anda tidak pernah menggunakan karate selama hidup anda berarti anda telah mencapai tujuan dari karate".
Salam, osh..
Senin, 16 Januari 2017
Apa yang orang lain fikirkan tentang karate?
Hi sobat smartial arts!
Pernahkah anda bertemu dengan seseorang yang mana orang tersebut baru mengetahui bahwa anda seorang karateka dan mengungkapkan pandangannya yang "lucu" sehingga anda kikkuk untuk menanggapinya.
Yep, hal itu sering terjadi dan berikut ini berbagai pernyataan dan bagaimana saya pribadi menanggapinya:
FOM = friend of mine
Gw = Erik
1. FOM: Wah rik, lo ikut karate ya! Udah berapa bata yang elo ancurin?
Gw: gw ngancurin segini (sambil tunjukin 8 jari)
FOM: wah banyak banget batanya.
Gw: bukan itu kerupuk kemplang 😜
Gw: dalam karate menghancurkan benda keras dalam bahasa jepang disebut tameshwari dan tidak semua perguruan mengajarkan hal tersebut dan bila diajarkan tentunya bila karateka tersebut sudah siap mental dan fisiknya 😊
Gw: how many bricks? for me, lets keep this as a secret.
2. FOM: wah elo anak karate, berarti udah sering berantem dong?
Gw: wah suerrring banget apalagi kalo berebutan makanan yang cuma tinggal satu, sampe terjadi pertumpahan darah lho 😄
FOM: 😅
Gw: dalam karate sparring disebut dengan kumite dan kumite adalah menu wajib dalam latihan karate. Tapi tentunya tidak seperti pertarungan brutal, kumite tetap memiliki peraturan yang ketat dan pengaman untuk melindungi karateka 😊
3. FOM: lo udah sabuk hitam ya? udah jadi master dong?
Gw: yep, gw bisa membuat orang gak berdaya hanya dengan tatapan dan kedipan mata doang, apalagi ke cewek 😂
FOM: 😅
GW: hitam hanyalah sebuah warna saja sama sekali tidak mencerminkan kemampuan karateka itu sendiri. Di jepang banyak anak kecil yang berlarian di dojo dan mengenakan sabuk hitam lho, dan dikarate jepang sabuk hitam adalah awal dari tahap pertama. Di Indonesia pun sangat mudah mendapatkan sabuk hitam sedangkan kualitasnya masih jauh dari standard.
4. FOM: kalo dikarate pake pukulan terus ditaekwondo itu pake tendangan kan rik?
Gw: ada lagi bro, kalo di screaming-do itu pake teriakan dan jurusnya adalah auman-jutsu 😊
FOM: wow apa lagi tuh bro?
Gw: no, i'm just kidding 😊 (tepok jidat)
Gw: secara umum seni beladiri adalah mengenai sistem mekanisme tubuh sehingga hampir semua seni beladiri memiliki kesamaan, yang membedakan adalah kebudayaannya, titik berat latihannya, peraturan pertandingannya, dan lain sebagainya.
Gw: and have you ever try "erik karate"?
5. FOM: kalo dikarate katanya tekniknya mukul angin, bener gak rik?
Gw: wah mungkin juga ya, jadi selain melawan sesama manusia kita juga melawan angin agar tidak masuk angin!
FOM: yah namanya juga tanya bos, maklumlah kalo gak tau.
Gw: oke gini bos, dikarate juga terdapat latihan memukul target yang dinamakan makiwara (lw bisa googling gimana bentuknya), namun bila masih dalam tahap belajar dan menemukan bentuk yang sempurna kita tidak menggunakan target sasaran.
Gw: dan bila sudah paham bentuk tekniknya baru diasah menggunakan makiwara. Disamping itu teknik karate tidak hanya diukur dengan menghancurkan benda keras seperti batu maupun membunuh banteng dengan pukulan namun juga diukur dengan benda yang ringan seperti merobek kertas dengan pukulan dan mematikan lilin dengan pukulan.
FOM: 😱
6. FOM: aduh lw ikut karate, gw harus takut nih sm lw, gak boleh macem macem.
Gw: nah tuh lw tau! Mana sini jatah gw!
FOM: maaf bang aye lg gak punya duit ðŸ˜
Gw: wkwkwkwk 😂 , dalam karate sama sekali tidak diajarkan menzholimi orang lain, justru dikarate diajarkan melindungi orang lain (bila terdapat karateka yang "pongah" maka yang patut disalahkan adalah sensei dan sempainya). Dalam BUDO diajarkan: "lebih baik menjadi seorang samurai dikebun daripada seorang tukang kebun dipeperangan".
7. FOM: buat apa berlatih karate. Karate gak akan buat lo jadi kaya !!!
Gw: kalo yang ini memang tidak menjamin gw berlatih karate dan jadi kaya. Namun bila anda menerapkan semangat karate dan nilai nilai BUDO dalam diri anda baik itu dibisnis maupun dikarier anda, maka anda akan memetik buah manis dari usaha anda, seperti yang saya alami (bahasa marketing 😊).
Udah ya gaes segitu aja. Kalo mau ditambahin dikomen aja :)
Jumat, 06 Januari 2017
Ikken Hissatsu
Ikken hissatsu adalah istilah dalam karate yang memiliki arti; membunuh dengan satu serangan atau satu pukulan, pasti mati.
Terdengar mengerikan yah!
Tentunya kita tidak ingin membunuh siapapun bukan? Namun apakah anda benar bisa membunuh lawan dengan satu pukulan?
Beberapa orang percaya satu pukulan dapat langsung membunuh lawannya dan yang lainnya berpendapat bahwa hal itu mustahil membunuh lawan hanya dengan sekali pukul.
Bila kita cermati lebih dalam membunuh dengan satu pukulan bisa saja terjadi, namun tentunya harus dengan tepat sasaran, momentum yang pas, dan membutuhkan pukulan yang amat keras.
Kesempatan seperti ini jarang sekali terjadi dan bila kesempatan itu terbuka lalu dieksekusi dengan teknik yang sempurna maka ikken hissatsu bukanlah hal yang mustahil. Kembali lagi kepada istilah tersebut yang mana memang lebih pantas untuk seni beladiri asal istilah tersebut yaitu pada Kenjutsu / seni beladiri pedang.
Dalam kenjutsu ditekankan satu ayunan pedang adalah untuk satu nyawa namun bila diterapkan dalam seni beladiri karate tentunya jauh sekali berbeda mengingat penggunaan pedang dibandingkan dengan kepalan tangan.
Bagi penulis ikken hissatsu dalam karate dapat diartikan dengan pendekatan filosofis atau memaknainya tidak secara literal sehingga ikken hissatsu tidak hanya dapat digunakan dalam karate dan seni beladiri namun dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari hari seperti dalam bisnis.
Jadi begini,
Tujuan utama dari ikken hissatsu adalah menyelesaikan serangan dalam satu kali teknik namun bila serangan tersebut gagal tentunya harus ada serangan kedua dan bila gagal kembali tidak menutup kemungkinan ada teknik ketiga dan seterusnya.
Selama serangan anda intent dan selalu berfikir teknik serangan pertama adalah langsung mematikan namun jangan berhenti sampai disitu, jadikan setiap serangan merupakan serangan mematikan anda.
Dalam kebudayaan barat dikenal dengan suatu istilah dalam bahasa latin yaitu Carpe Diem, yang memiliki makna bila lawan terbuka celah maka anda harus memanfaatkannya 100%, karena mungkin kesempatan tersebut tidak datang kembali.
Ikken hissatsu tentunya tidak hanya untuk pukulan saja. Perinsip tersebut dapat digunakan dalam berbagai macam teknik seperti tendangan, bantingan, tangkisan, dll. Sebagai contoh ketika kita menangkis pukulan kita harus menangkis dengan sungguh sungguh sehingga lawan mengalami cidera di tangannya dan tidak dapat menggunakan tangannya kembali.
Sebagai penutup, untuk menerapkan ikken hissatsu ini anda harus benar benar ahli dalam suatu teknik dan menurut penelitian dalam bidang olah raga seseorang dapat menjadi ahli dalam suatu teknik bila gerakkan tersebut dilakukan secara konsisten sebanyak 10,000 kali pengulangan.
Banyak yah! Tapi, itulah karate you'll never stop training.
Terdengar mengerikan yah!
Tentunya kita tidak ingin membunuh siapapun bukan? Namun apakah anda benar bisa membunuh lawan dengan satu pukulan?
Beberapa orang percaya satu pukulan dapat langsung membunuh lawannya dan yang lainnya berpendapat bahwa hal itu mustahil membunuh lawan hanya dengan sekali pukul.
Bila kita cermati lebih dalam membunuh dengan satu pukulan bisa saja terjadi, namun tentunya harus dengan tepat sasaran, momentum yang pas, dan membutuhkan pukulan yang amat keras.
Kesempatan seperti ini jarang sekali terjadi dan bila kesempatan itu terbuka lalu dieksekusi dengan teknik yang sempurna maka ikken hissatsu bukanlah hal yang mustahil. Kembali lagi kepada istilah tersebut yang mana memang lebih pantas untuk seni beladiri asal istilah tersebut yaitu pada Kenjutsu / seni beladiri pedang.
Dalam kenjutsu ditekankan satu ayunan pedang adalah untuk satu nyawa namun bila diterapkan dalam seni beladiri karate tentunya jauh sekali berbeda mengingat penggunaan pedang dibandingkan dengan kepalan tangan.
Bagi penulis ikken hissatsu dalam karate dapat diartikan dengan pendekatan filosofis atau memaknainya tidak secara literal sehingga ikken hissatsu tidak hanya dapat digunakan dalam karate dan seni beladiri namun dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari hari seperti dalam bisnis.
Jadi begini,
Tujuan utama dari ikken hissatsu adalah menyelesaikan serangan dalam satu kali teknik namun bila serangan tersebut gagal tentunya harus ada serangan kedua dan bila gagal kembali tidak menutup kemungkinan ada teknik ketiga dan seterusnya.
Selama serangan anda intent dan selalu berfikir teknik serangan pertama adalah langsung mematikan namun jangan berhenti sampai disitu, jadikan setiap serangan merupakan serangan mematikan anda.
Dalam kebudayaan barat dikenal dengan suatu istilah dalam bahasa latin yaitu Carpe Diem, yang memiliki makna bila lawan terbuka celah maka anda harus memanfaatkannya 100%, karena mungkin kesempatan tersebut tidak datang kembali.
Ikken hissatsu tentunya tidak hanya untuk pukulan saja. Perinsip tersebut dapat digunakan dalam berbagai macam teknik seperti tendangan, bantingan, tangkisan, dll. Sebagai contoh ketika kita menangkis pukulan kita harus menangkis dengan sungguh sungguh sehingga lawan mengalami cidera di tangannya dan tidak dapat menggunakan tangannya kembali.
Sebagai penutup, untuk menerapkan ikken hissatsu ini anda harus benar benar ahli dalam suatu teknik dan menurut penelitian dalam bidang olah raga seseorang dapat menjadi ahli dalam suatu teknik bila gerakkan tersebut dilakukan secara konsisten sebanyak 10,000 kali pengulangan.
Banyak yah! Tapi, itulah karate you'll never stop training.
Jumat, 02 Desember 2016
Sehat dan Panjang Umur ala Okinawa
Siapa yang tidak tahu dengan negara Jepang. Suatu negara yang terkenal dengan tekhnologinya, seni beladirinya, industri kreatifnya, dan kebudayaannya. Namun saat ini kita tidak akan membahas hal tersebut.
Selain terkenal dengan beberapa hal tersebut jepang juga terkenal dengan jumlah penduduk seniornya yang tinggi (jika tidak mau dibilang tua). Tidak hanya berumur panjang para oma dan opa di sanapun fisiknya masih sangat prima.
Hmmm... Apa rahasianya ya?
Setiap orang pasti ingin hidup panjang umur, sehat, sentosa, sejahtera, dan berkah. Namun hal itu tidak dapat diraih jika kita tidak bergaya hidup sehat yang tentunya dimulai sejak dini. Kita bisa mencontoh gaya hidup mereka yang mana sesuai dengan data statistik dan penelitian sudah membuktikannya.
Menurut survey dari seluruh bagian jepang, angka penduduk berumur panjang yang terbanyak berada pada daerah Okinawa. Yes, the birth place of karate. Berikut ini kiat kiat gaya hidup mereka yang bisa kita contoh:
• Mengatur asupan makanan yang rendah kalori dan bernutrisi tinggi.
Dalam mengatur asupan makanan mereka menggunakan istilah "hara hachi bu" yaitu memakan hanya sampai 80% dari rasa kenyang. Mereka rata rata hanya makan 1,500 kalori setiap harinya.
• Mengkonsumsi buah dan sayuran
Mereka mengkonsumsi sayuran yang berwarna hijau dan kuning contohnya yaitu Goya, mungkin di indonesia tidak asing lagi dengan sayuran ini. Pare, yup goya adalah pare. Opa dan oma disana suka makan sayuran yang pahit ini.
• Kedelai
Banyak makanan yang diolah dengan bahan dasar kedelai di okinawa sehingga konsumsi kedelai di sana sangat tinggi. Namun kedelai di okinawa berbeda dengan di tanah air, kita mengimpor dari amerika yang mana kedelai tersebut sudah termodifikasi genetikanya. But anyway tetap makan tempe anda ya.
• Mengkonsumsi ubi jalar
Bila dibandingkan dengan nasi mereka lebih banyak memakan ubi jadi pada saat makan mereka makan sedikit nasi saja.
• Menyukai ikan
Tidak susah mencari ikan segar di okinawa, hal ini didukung karena provinsi tersebut merupakan kepulauan. Dan pun mereka rajin sekali mengkonsumsi ikan.
• Tidak merokok
Mereka tidak suka rokok, mereka minum beralkohol namun dalam takaran yang sedikit.
• Suka berkebun, menjala ikan, dan berkegiatan fisik diluar ruangan.
Selain suka sayuran mereka juga menanam sendiri sayurannya. Setiap oma opa di sana tidak pernah pensiun terhadap pekerjaannya mereka akan tetap bekerja keras dengan berkebun, menjala ikan. Jadi mereka tetap berkegiatan fisik walau sudah sepuh.
Selain itu mereka punya konsep "ishoku dogen" yang bermakna makanan dan obat berasal dari satu sumber. Sehingga ditiap pekarangan terdapat kebun kecil dan apotik hidup.
• Vitamin D
Vitamin D diperoleh dari dalam tubuh dengan bantuan sinar matahari. Jadi jangan takut kulitmu jadi gelap ya guys.
• Memakan daging
Daging yang mereka makan adalah daging babi namun dikonsumsi sangat sedikit sekali yaitu pada acara perayaan tertentu saja. Jadi makan daging yang bijak ya.
• Ikatan sosial yang tinggi (Moai)
Rasa memiliki satu sama lain sangat erat disana sehingga mereka selalu punya teman baik senang maupun susah. Mereka tidak pernah khawatir terhadap kesulitan ekonomi dan kerepotan yang biasa kita alami, karena mereka selalu bagian dari group yang saling bahu membahu untuk membantu sesama. Istilah untuk ini disebut Moai.
• Ikigai
Menyeimbangkan fisik dan mental adalah kunci hidup sehat dan panjang umur. Selalu relax jauhkan dari stress, berfikir positif dan gembira selalu terlihat diwajah oma opa di sana. Selalu bersyukur dan menerima apa yang telah diperoleh mampu menguatkan mental anda. Didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.
• Karate
Bila anda pergi ke okinawa untuk berlatih karate yang akan anda temukan adalah banyak master yang sudah berumur lebih dari delapan puluh tahun dan jangan salah anda pasti dapat dikalahkan oleh mereka. Dalam seni beladiri karate diajarkan secara paripurna baik seni, beladiri, kesehatan, dll termasuk pernapasan yang akan membantu metabolisme anda.
Ok itulah beberapa tips dari penduduk okinawa bagaimana mereka menjaga kondisi fisik dan psikis mereka agar selalu sehat sampai usia lanjut. Di lain sisi terdapat pengaruh barat terutama pada tahun 60an saat berdirinya pangkalan militer amerika di okinawa yang berdampak pada berdirinya gerai junk food sehingga menyebabkan berubahnya gaya hidup generasi muda okinawa.
Kembali lagi, selama apapun anda hidup hendaknya diisi hal yang bermanfaat dan selalu menjaga kehidupan dikarenakan umur yang anda miliki berada dibawah kekuasaan sang pemilik kehidupan.
Live is only once if you do it right, once is enough.
Kamis, 01 Desember 2016
Chibana Chosin
Pada artikel kali ini saya akan mengangkat suatu tulisan yang ditulis oleh seorang master karate yang bernama Chibana Choshin (1885-1969), Beliau adalah pendiri dari Kobayashi-ryu.
Artikel ini sangat bermanfaat bagi karateka tanpa memandang alirannya, karena dapat membuka pandangan anda terhadap seni beladri ini. Berikut ini artikel tersebut:
Butoku
Master Anko Itosu mempelajari karate dengan sangat gigih, ia tidak hanya ahli dalam karate namun juga seorang yang berpendidikan dan ahli dalam kaligrafi. Aku mengunjungi beliau pada tahun 1899 untuk memintanya mengajariku Uchinan-no-te (nama kuno dari karate).
Dua kali ia menolakku dan meninggalkan diriku didepan gerbangnya, hanya pada permintaan ketiga kalinya diriku baru diterima sebagai murid pribadinya.
Ia mengajarkan karate sangat rahasia di rumahnya dengan menyeleksi muridnya yang hanya terdiri dari enam sampai tujuh orang. Mereka berlatih karate sebagai Bu (seni beladiri) bukan sebagai cabang olah raga seperti yang terjadi saat ini. Pada saat itu dirikupun berlatih secara sembunyi bahkan dari keluargaku sendiri.
Sampai pada tahun 1903 atau 1904 Itosu sensei mulai menyebarkan karate secara umum di sekolah sekolah. Pada saat itulah saya mengaku kepada orang tua saya bahwa saya tidak bersekolah malahan berlatih karate.
Pada tahun 1918 sekelompok karateka yang terdiri dari Hanashiro Chomo, Kyan Chotoku, Miyagi Chojun, Mabuni Kenwa, Go Kenki, Oshiro Chojo, Yabu Kentsu, Kyoda Juhatsu, Yabiku Moden dan diriku membentuk group yang bertujuan untuk mempelajari karate mengingat dua guru besar telah meninggal (Anko Itosu dan Kanryo Higaonna keduanya wafat pada tahun 1915). Group ini bernama Karate Kenkyukai yang didirikan di kota Shuri.
Saat itu adalah pertama kalinya master karate dari berbagai aliran (Shuri, Naha, Tomari) bertemu, berlatih bersama, dan saling bertukar pengetahuan karatenya. Setiap pertemuan satu orang senior akan memimpin latihan sehingga semua orang akan mendapatkan ilmu yang lengkap.
Hal ini berlangsung hanya sampai pada tahun 1929 dikarenakan seni beladiri ini semakin populer dan masing masing master sibuk dengan muridnya yang terus bertambah.
Aku mulai mengajar Shuri-te Karate-jutsu pada tahun 1920 namun baru pada tahun 1929 dan berumur 44 tahun diriku baru membuka dojo di kota Shuri. Pada tahun 1933 teman baikku dan juga rekan sesama karate yaitu Chojun Miyagi bersama sama mendaftarkan nama aliran kami di Dai Nippon Butokukai (Asosiasi Seni Beladiri Jepang), aku menamai gaya karate yang aku ajarkan dengan Shorin-Ryu (aliran hutan kecil) dan Chojun Miyagi menamai gaya karatenya Goju-Ryu (aliran keras dan lembut).
Kami berdua teman yang akrab sampai beliau meninggal pada tahun 1953, kami semua merasakan kehilangan.
Para praktisi seni beladiri okinawa yang sejati tidak akan mencari nafkah dari seni beladiri yang mereka ajarkan. Seorang karateka akan mencari nafkah diluar dari seni beladiri sehingga seni beladiri tidak akan terkontaminasi dari istilah "Mesin Uang". Inilah pandangan hidup orang okinawa.
Setiap tahunnya karate akan mengalami perubahan dan hal ini adalah fenomena yang wajar. Seorang pelatih harus terbuka pandangannya dengan trobosan baru dan terus belajar hal yang baru. Bila seorang pelatih menolak untuk belajar hal baru dan menerima ide, gagasan yang baru maka akan terjadi stagnansi, kebosanan, dan lama kelamaan karate akan hilang.
Pada saat ini banyak karateka berlatih tidak dengan serius. Pada saat latihan mereka hanya berfikir "kapan latihan ini akan berakhir" dan tidak bertujuan terhadap perkembangan yang diperolehnya.
Anda harus berlatih sungguh sungguh bila ingin mendapatkan perkembangan yang baik. Jika anda hanya berlatih setengah setengah lebih baik berlatih yang lain daripada membuang waktu.
Jika pelatih melatih dengan sepenuh hati maka ia akan mengharapkan muridnya berlatih dengan gigih. Jika demikian maka pelatih dan murid akan berkembang bersama, murid akan memotivasi pelatih dan pelatih akan mengajarkan karate yang benar dan memberikan semangat kepada murid.
Saat anda berlatih anda harus mencurahkan seluruh jiwa raga anda untuk karate. Buang semua fikiran selain pada karate. anda harus benar benar memfokuskan fikiran, tangan, dan kaki anda. Anda tidak hanya mempelajari gerakkan fisik saja namun juga seni dari karate itu sendiri.
Hendaknya anda mengembangkan diri anda sebelum anda mencapai usia lima puluh tahun, dikarenakan tubuh anda secara alami akan mengalami penuaan pada usia lima puluh tahun. Maka dari itu anda harus berkesinambungan melatih diri anda dan jika pada usia lima puluh tahun anda masih rutin berlatih maka penuaanpun tidak terlalu berpengaruh pada mental dan fisik anda.
Pada masa lalu karate dilatih sebagai seni beladiri berbeda dengan saat ini yang mana karate dilatih sebagai olah raga gymnasium. Dan memang seharusnya karate dilatih sebagai seni beladiri. Latihlah jari tangan dan jari kaki anda seperti mata panah dan tangan keras seperti besi, inilah semangat yang harus anda tanamkan untuk mengembangkan diri anda.
Namun tidak hanya fisik saja yang harus kita latih, kita juga harus berlatih dan meneliti kata / jurus serta aplikasinya. Karena hal yang sangat penting adalah memahami kata dan melatih tubuh anda untuk memahami inti dari karate. Hal ini akan menjadikan anda memiliki kekuatan lima sampai enam kali lipat jika anda berlatih dengan keras.
Terdapat dua faktor yang menentukan kesuksesan yaitu usaha dan terus belajar. Gerakan anda harus tajam (tidak boleh lambat) dan jika anda berlatih kata mata anda akan tajam serta tangkisan dan serangan anda akan semakin kuat.
Bahkan jika anda telah mencapai umur tujuh puluh atau delapan puluh anda harus tetap belajar, berlatih, dan meneliti karate dengan sikap yang positif dan selalu menanamkan dalam fikiran anda "belum cukup, belum cukup...".
Itulah sedikit tulisan dari master Chibana Chosin, beliau wafat tahun 1969 pada usia 83 tahun.
He never stopped training.
Langganan:
Postingan (Atom)









