Senin, 26 September 2016

Oss...

Dalam tradisi seni beladiri karate, para praktisinya sering menggunakan sebuah kata yang penggunaannya seolah olah mencakup lebih dari satu ungkapan.

i'm sure, you're already know what it is.

Kata "osu" atau "oss" selalu diucapkan hampir seluruh karate-ka di muka bumi ini, baik itu didalam dojo, di luar dojo, saat bertemu dan berpisah dengan sempai atau kohai bahkan dengan sensei, saat menjawab suatu arahan, saat masuk dojo, dan mungkin hampir setiap kegiatan kita sehari hari, dikuti dengan membungkukkan punggung. (seriously?)

Berikut sedikit penjelasan terhadap kata "osu" yang sering kita gunakan untuk menghindari kesalah pahaman bila kita menggunakannya tidak pada tempatnya:

Terdapat beberapa pendapat terhadap sejarah penggunaan "osu" sendiri, namun menurut saya pribadi pendapat yang mendekati dengan tradisi karate adalah penjelasan dari aliran modern full contact karate yaitu Kyokushin Karate.

Menurut sang pendiri Kyokushin Karate yaitu Masutatsu Oyama; "osu" berasal dari dua kata yaitu osu yang berarti mendorong dan shinabu yang berarti menderita. Bila digabungkan dua kata tersebut menjadi kata baru yang bermakna Pantang Menyerah.

Dengan kata lain, dikarenakan dalam berlatih karate dengan menempa fisik dan mental hingga benar benar menguras energy maka sangat dilarang kita menunjukkan sikap mengeluh terhadap latihan tersebut. Maka ungkapan Osu atau Oss adalah untuk menunjukkan semangat pantang menyerah kita terhadap beratnya beban dan rintangan yang kita hadapi.

Do and don't say oss:

Bila dalam perguruan ataupun dojo anda menerapkan oss dalam interaksi antar sesama karate-ka maka lakukanlah sesuai dengan etika yang ada diperguruan anda.

Namun hendaknya tidak mengucapkan oss pada orang jepang kecuali mereka lebih muda dari anda, tingkatannya dibawah anda, atau mereka memang tidak mempermasalahkan anda mengucapkannya terhadap mereka (bila anda seorang wanita lebih baik tidak mengucapkannya sama sekali).

Di daerah asal karate yaitu okinawa jepang kata oss tidaklah digunakan dalam tradisi karate, mereka menggunakan "hai" untuk interaksi antar sesama karate-ka. Ungkapan "hai" memiliki makna konfirmasi kesanggupan seperti; iya, baik, siap laksanakan.

In the end, apapun yang anda ucapkan baik itu oss, osu, hai atau bahkan tidak ada kata khusus. yang terpenting adalah

“Karate wa rei ni hajimari, rei ni owaru.”
(Karate dimulai dan diakhiri dengan hormat)

– Funakoshi Gichin (1868-1957)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar