Kamis, 10 Maret 2016

Kobudo

Kita sebagai manusia merupakan bagian dari alam, alam memiliki aturan tersendiri agar dapat terciptanya keharmonisan bagi para penghuninya. Tata keharmonisan yang diganggu akan menjadikan alam mencari caranya agar tetap terjadi keharmonisan.

Sebagai contoh, memang merupakan sifat air yang mana air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah air akan mencari jalannya sendiri bilamana jalan airnya terhalang maupun dataran rendah yang tertutup, maka dari itu akan terjadi musibah seperti longsor maupun banjir.

Begitu juga mahluk hidup, dalam menjaga kelangsungan hidup setiap mahluk hidup memiliki senjata alaminya sendiri untuk bertahan hidup, mencari makan, dan membeladiri. Sebagai contoh harimau memiliki taring dan cakar, gajah memiliki gading, ular memiliki bisa, laba laba memiliki jaring, lebah memiliki sengat bahkan pohonpun memiliki duri. Lalu bagaimana dengan manusia?

Muncul pertanyaan mengenai organ apa yang bisa dijadikan manusia sebagai sarana untuk membeladiri apakah tangan, kaki, gigi, kuku? jawabannya adalah otak.

Manusia tidak dianugrahi kuku tajam, tanduk, taring maupun bulu untuk melindungi udara dingin. Namun manusia dianugrahi akal untuk menciptakan alat yang dapat mempermudah hidup manusia seperti baju, rumah termasuk senjata untuk melindungi diri.

Kenyataannya kawan, organ ini sangat berbahaya bila dibandingkan taring, tanduk, cakar dll. Telah tercatat dalam sejarah, senjata yang diciptakan manusia dimulai dari kapak batu hingga bom nuklir telah memakan banyak korban jiwa. Hal ini menjadikan kita menjadi lebih buas dan brutal dari binatang liar.

Mengapa manusia dapat seperti itu? manusia telah melewati batas penggunaan senjata dikarenakan kita tidak memakai hati dan fikiran yang jernih dalam menggunakannya. Maka dari itu dalam seni beladiri juga ditanamkan filosofi kehidupan dan nilai nilai kemanusiaan. Agar apa yang dipelajarinya tidak mencelakakan diri sendiri dan orang lain dan ilmu yang dipelajarinya bermanfaat bagi manusia lainnya (keharmonisan antar manusia)

Membahas mengenai senjata taukah anda bahwa karate memiliki saudara? Ia dikenal dengan kobudo. Yang memiliki arti jalan seni beladiri kuno. Karate dan Kobudo sama sama berasal dari perfektur Okinawa di Jepang. Karate dan Kobudo adalah sepasang seni beladiri yang tak terpisahkan bagaikan kaki kanan dan kaki kiri, yang mana bila tidak ada salah satunya maka akan menjadi pincanglah jalannya.

Berbeda dengan karate yang mana kita melatih tubuh kita seperti tangan dan kaki menjadi kuat agar dapat berfungsi sebagai senjata (body conditioning). Kobudo justru melatih penggunaan senjata.

Senjata yang digunakan merupakan hasil modifikasi dari alat alat pertanian dan alat alat keseharian. Hal ini dikarenakan pada masa dahulu ketika kepulauan Ryukyu (sekarang Okinawa) dikuasai oleh klan samurai Satsuma dari Jepang melarang bagi orang Okinawa untuk membawa senjata. Maka dari itu orang Okinawa menciptakan seni beladiri kobudo dengan memodifikasi alat alat keseharian dan tentunya karate.

Perlu digaris bawahi bahwa terciptanya kobudo dan karate bukanlah dari kalangan petani. Dua seni beladiri itu disusun oleh para golongan Peichin, golongan kesatria dan golongan terpelajar yang pada waktu kerajaan ryukyu masih berdiri mereka memperoleh kesempatan mempelajari teknik seni beladiri dari dataran tiongkok dan negeri sekitarnya yang kemudian digabungkan dengan seni beladiri asli Okinawa "Tote"

Maka tak heran bila senjata yang berada dikobudo memiliki kesamaan dari senjata yang dimiliki oleh beberapa seni beladiri di Tiongkok dan Asia Tenggara. Apa saja senjata yang ada di kobudo?

1. Bo : toya atau tongkat yang panjangnya sekitar 1,8 M terbuat dari kayu.
2. Sai : dipencak silat dikenal dengan besi cabang, terbuat dari besi, digunakan secara sepasang.
3. Tonfa : kita kenal seperti tongkat "t" seperti yang digunakan oleh polisi dan security, terbuat dari kayu dan digunakan sepasang.
4. Kama : seperti alat untuk sabit, terbuat dari besi dan kayu dan digunakan sepasang.
5. Nunchaku : double stick
6. Tekko : pelindung tangan untuk memukul terbuat dari besi digunakan sepasang
7. Tinbe & Rochin : tameng dan tombak kecil
8. Surujin : terbuat dari rantai kecil atau tali tambang dengan pemberat dikedua ujungnya.
9. Eku : berbentuk seperti dayung terbuat dari kayu

Baik karate maupun kobudo (tangan kosong maupun bersenjata) keduanya dasarnya sama merupakan salah satu usaha kita untuk membeladiri. Dalam situasi dilapangan yang mana keduanya diharapkan digunakan dalam kondisi yang sesuai, bila kita dapat melawan dengan tangan kosong (dan itu yang lebih efektif pada saat itu) maka kita hadapi dengan tangan kosong, bila lawan lebih kuat dari kita dan terdapat benda apapun yang bisa dijadikan senjata maka kita jadikan benda itu untuk menyerangnya, namun bila lawan lebih kuat lagi atau jumlahnya diluar kemampuan kita maka kita bisa berlari dan meminta tolong orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar